Teheran (tutur.co.id) – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah berbicara dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres lewat sambungan telepon terkait progres negosiasi Iran dengan Amerika Serikat. Abbas Araghchi menyampaikan bahwa negosiasi berjalan alot karena memang itikad buruk AS.
Abbas Araghchi bahkan dengan gamblang menyampaikan ke Sekjen PBB, itikad buruk AS itu bisa dilihat dengan munculnya pernyataan-pernyataan kontradiktif terutama dari Donald Trump serta tuntutan berlebihan yang dilakukan pihak AS, demikian dilansir Pars Today, Sabtu 23 Mei 2026.
Dalam percakapan telepon tersebut, Araghchi menambahkan bahwa rekam jejak yang buruk AS juga telah terjadi berulang kali, termasuk dengan aksinya melancarkan agresi militer ke wilayah kedaulatan Iran.
“Meskipun memiliki kecurigaan yang kuat terhadap Amerika Serikat, Republik Islam Iran telah memasuki proses diplomatik ini dengan pendekatan yang bertanggung jawab dan penuh keseriusan, serta berupaya mencapai hasil yang wajar dan adil,” kata Araghchi dalam laporannya ke Sekjen PBB.
Dalam kesempatan itu, Sekretaris Jenderal PBB kembali menegaskan penolakan terhadap penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah suatu negara. Ia juga menekankan perlunya berpegang pada prinsip-prinsip Piagam PBB dan menggunakan cara-cara diplomatik untuk membangun perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

