Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Didik Rachbini: Kerusakan Hukum Kita Sempurna,Pertumbuhan Ekonomi Terancam
  • Dibalik Hilangnya KPK saat Konferensi Pers di Polda Metro
  • Alasan Polri Limpahkan 3 Perkara yang Menjerat Febrie ke Kejagung
  • KPK Akan Ambil Alih Perkara Febrie Adriansyah Jika Mandek
  • Paradoks Messi di Piala Dunia 2026: Paling Sedikit Berlari, Paling Mematikan
  • Pertamina Borong Enam Penghargaan Asian Excellence Award 2026, Bukti Kepemimpinan dan Komitmen Keberlanjutan
  • Bukan Messi, Leandro Paredes Jadi Otak Kebangkitan Argentina
  • Plt Jampidsus Jelaskan Soal Febrie Belum Ditahan Meski Sudah Tersangka
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Energi & Tambang»Indonesia Raja Nikel Dunia Tapi Masih Impor 80 Persen Konsumsi Dalam Negeri

Indonesia Raja Nikel Dunia Tapi Masih Impor 80 Persen Konsumsi Dalam Negeri

Energi & Tambang Ahmad Nuryaman25 Mei 2026 / 16:28 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi aktivitas pertambangan di Indonesia. Foto: pexels.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Satu dekade hilirisasi menjadikan Indonesia raja nikel dunia. Setiap 6 dari 10 ton nikel global berasal dari Indonesia. Namun di balik itu, industri turunan yang mengubah nikel menjadi produk jadi justru belum berkembang.

Laporan Energy Shift Institute (ESI) mencatat, Indonesia menguasai 86 persen perdagangan global feronikel senilai US$14 miliar pada 2025. Namun untuk produk baja tahan karat jadi, pangsa Indonesia turun drastis hanya 15 persen.

“Dalam lima tahun terakhir, produksi nikel Indonesia tumbuh 300 persen, namun hingga saat ini Indonesia masih mengimpor 80 persen konsumsi nikelnya bahkan dalam bentuk barang yang paling sederhana,” ujar Ahmad Zuhdi, Associate Principal ESI, dalam keterangan tertulisnya, Senin 25 Mei 2026.

Sumber: ESI, IEA, CRU, Intracent.

Indonesia masih banyak mengimpor produk turunan nikel sederhana seperti untuk kebutuhan rumah tangga yakni peralatan masak, perlengkapan, dan pengencang baja tahan karat dari luar negeri.

“Kita mengekspor sebagian besar baja tahan karat dan mengimpornya kembali dalam bentuk peralatan dapur, keran, dan perlengkapan logam. Inilah paradoks yang perlu kita hadapi,” kata Zuhdi.

Laporan ESI juga menemukan, kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB justru terkontraksi dari 32 persen pada 2002 menjadi hanya 19 persen pada 2024. Sekitar 98 persen kapasitas stainless steel nasional masih terkonsentrasi di tahap hulu (smelting). Sebanyak 85 persen kapasitas produksi dialokasikan untuk ekspor.

Padahal, manfaat ekonomi industri lanjutan jauh lebih besar. Investasi US$1,5 miliar di smelter hanya menyerap 3.000-5.000 tenaga kerja. Jika investasi sama diarahkan ke industri tahap lanjut, bisa menciptakan 15.000-25.000 lapangan kerja.

“Indonesia bisa mendapatkan lima kali lebih banyak pekerjaan, basis keterampilan lebih luas, dan permintaan bertumpu pada pasar domestik,” pungkas Zuhdi.

Baca Juga  Indonesia Tawarkan Peluang Besar Investasi Hulu Migas, Gandeng Investor dan Penyedia Teknologi Global
Ahmad Zuhdi Baja Tahan Karat Ekspor Feronikel Energy Shift Institute Hilirisasi Nikel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Kesejahteraan Dosen Indonesia Masih Tertinggal, ADI: Banyak yang Cari Kerja Tambahan
Next Article OJK Beberkan Tabungan Dolar di Indonesia Naik

Berita Lainnya

Pertamina Borong Enam Penghargaan Asian Excellence Award 2026, Bukti Kepemimpinan dan Komitmen Keberlanjutan

11 Juli 2026 / 18:33 WIB

Jelang Tahun Ajaran Baru, Pertamina Salurkan 20.028 Paket Seragam dan Perlengkapan Sekolah

10 Juli 2026 / 16:52 WIB

Pemerintah Resmi Luncurkan Mandatori B50, Perkuat Kedaulatan Energi Nasional

09 Juli 2026 / 21:23 WIB

Prabowo Beberkan Jalan Panjang Peluncuran Biodiesel B50, Estafet Tiga Presiden

09 Juli 2026 / 18:30 WIB

PHE OSES Mulai CEOR Offshore Pertama di Indonesia

09 Juli 2026 / 15:27 WIB

PHE OSES Mulai Terapkan CEOR Offshore Pertama di Indonesia di Lapangan Rama

09 Juli 2026 / 15:05 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kemenag Bantah Isu Zakat untuk Makan Bergizi Gratis

Deba Salamah21 Februari 2026 / 01:31 WIB

Didik Rachbini: Kerusakan Hukum Kita Sempurna,Pertumbuhan Ekonomi Terancam

11 Juli 2026 / 23:25 WIB

Dibalik Hilangnya KPK saat Konferensi Pers di Polda Metro

11 Juli 2026 / 22:31 WIB

Alasan Polri Limpahkan 3 Perkara yang Menjerat Febrie ke Kejagung

11 Juli 2026 / 21:30 WIB

KPK Akan Ambil Alih Perkara Febrie Adriansyah Jika Mandek

11 Juli 2026 / 20:21 WIB

Paradoks Messi di Piala Dunia 2026: Paling Sedikit Berlari, Paling Mematikan

11 Juli 2026 / 20:00 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.