Jakarta (tutur.co.id) – PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) resmi memulai implementasi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) berbasis polimer di Lapangan Rama, Wilayah Kerja Southeast Sumatra (WK SES). Injeksi perdana polimer tersebut menjadi penerapan teknologi CEOR lepas pantai pertama di Indonesia, berdasarkan keterangan tertulis yang diterima redaksi tutur.co.id, Kamis (9/7/2026).
Peresmian ditandai melalui seremoni injeksi pertama polimer di RDTX Square, Jakarta, Rabu (8/7), yang dihadiri jajaran SKK Migas, PT Pertamina (Persero), Pertamina Hulu Energi, PHE OSES, hingga PT Elnusa. Sebelum memasuki tahap implementasi, proyek ini telah melalui kajian menyeluruh mulai dari studi subsurface, analisis laboratorium, desain engineering, kajian keekonomian, manajemen risiko, hingga penilaian para ahli Enhanced Oil Recovery (EOR) dari SKK Migas dan Pertamina.
Teknologi polymer flooding dilakukan dengan menginjeksikan larutan polimer ke dalam reservoir untuk meningkatkan efisiensi penyapuan minyak (sweep efficiency), sehingga minyak yang sebelumnya sulit diproduksi dapat terdorong menuju sumur produksi. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan recovery factor pada lapangan minyak yang telah memasuki fase mature.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan lapangan migas yang telah matang masih memiliki potensi besar apabila didukung inovasi dan teknologi. Menurutnya, implementasi CEOR menjadi upaya memperpanjang usia produktif reservoir sekaligus memaksimalkan aset yang ada guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Sementara itu, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebut injeksi perdana polimer di Lapangan Rama menjadi tonggak penting penerapan teknologi EOR pada lapangan migas lepas pantai di Indonesia. Ia berharap implementasi tersebut mampu meningkatkan recovery factor dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan lifting minyak nasional.
PHE OSES menargetkan manfaat penuh proyek CEOR ini dapat direalisasikan hingga 2030. Selain meningkatkan produksi, proyek tersebut juga diharapkan menjadi referensi pengembangan teknologi chemical EOR di lapangan migas lepas pantai lainnya, sekaligus menunjukkan komitmen Pertamina menghadirkan inovasi yang andal, aman, berkelanjutan, dan mendukung ketahanan energi nasional.

