Jakarta (tutur.co.id) – Sebanyak 1.200 guru besar, dekan, hingga rektor bidang sosial humaniora dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia berkumpul di Istana, Kamis (15//2026). Presiden Prabowo Subianto mengundang mereka untuk berdialog.
Seribuan lebih guru besar dan pimpinan kampus tiba di Istana Kepresidenan RI sejak pukul 07.30 WIB. Beberapa dari mereka ada yang mengenakan jas almamater, ada juga yang mengenakan jas biasa tanpa emblem kampusnya.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Stella Christie mengatakan guru besar dan pimpinan kampus yang diundang dikhususkan kepada bidang sosial humaniora.
“Jadi, kepada para saudara-saudara akademisi yang merasa mungkin agak khawatir bahwa sosial humaniora tidak diperhatikan, tidak benar. Justru, khusus hari ini, Bapak Presiden mengumpulkan (guru besar bidang) sosial humaniora,” kata Stella.
Stella Christie menjelaskan pertemuan di Istana akan diisi dengan penyampaian taklimat Presiden Prabowo di hadapan para guru besar, dekan, dan rektor, kemudian sesi dialog.
“Kami tentu saja sangat gembira sekali bahwa Bapak Presiden sangat ingin berdialog langsung dengan kami, para akademisi,” ujar Stella.
Di lokasi acara, beberapa pejabat negara turut hadir, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sebelumnya Presiden Prabowo pernah melakukan pertemuan dengan para rektor, guru besar, hingga pimpinan perguruan tinggi pada 13 Maret 2025. Saat itu, Prabowo secara terbuka menyampaikan kampus harus memahami bukan hanya isu nasional, tetapi juga dinamika global yang berdampak langsung pada Indonesia.

