Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Health»WHO Gelar Simulasi Wabah Global, Belajar dari Teror Covid-19

WHO Gelar Simulasi Wabah Global, Belajar dari Teror Covid-19

Health Ridzka Putri Ananda30 April 2026 / 22:12 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Simulasi global WHO 2026 menguji kesiapan dunia menghadapi wabah besar sebelum benar-benar terjadi. (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jenewa (tutur.co.id) – Dunia belum benar-benar lepas dari bayang-bayang pandemi. Di tahun 2026, puluhan Negara kembali dikumpulkan mengikuti skenario yang sama, wabah besar yang menyebar cepat. Bedanya, kali ini semua dilakukan dalam bentuk simulasi, bukan kejadian nyata.

Latihan ini dilakukan oleh World Health Organization (WHO) melalui program bernama Exercise Polaris II. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan melibatkan ratusan ahli kesehatan dari berbagai negara. Tujuannya sederhana tapi krusial, yaitu menguji kesiapan dunia menghadapi wabah yang datang tak bisa diprediksi.

Dalam simulasi tersebut, peserta dihadapkan pada skenario penyebaran bakteri baru yang menyebar lintas negara. Setiap negara diminta mengaktifkan sistem darurat mereka seolah-olah situasinya nyata. Mereka juga harus berbagi informasi, menyusun kebijakan, dan merespons secara cepat dalam tekanan waktu.

Total ada sekitar 26 negara dan wilayah yang ikut serta dalam latihan ini. Lebih dari 600 pakar kesehatan dan lebih dari 25 organisasi turut terlibat dalam koordinasi global. Skala ini menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi pandemi bukan lagi urusan satu negara saja.

Latihan ini bukan yang pertama dilakukan oleh WHO. Sebelumnya, Polaris I sudah digelar pada 2025 dengan skenario virus fiktif. Pengalaman dari latihan sebelumnya digunakan untuk memperbaiki koordinasi dan respons di versi terbaru ini.

Menurut WHO, simulasi seperti ini penting untuk melihat apakah sistem benar-benar siap saat krisis terjadi. Dalam kondisi nyata, respons harus dilakukan dalam hitungan jam, bukan hari. Oleh karena itu latihan ini juga menguji kecepatan mobilasasi tenaga kesehatan dan alur komunikasi antarnegara.

Pesan utama dari latihan ini cukup jelas yaitu, ancaman wabah masih nyata dan bisa datang kapan saja. Meski dunia sudah belajar banyak dari COVID-19, kesiapan global masih perlu terus diperkuat. Simulasi seperti ini menjadi cara untuk memastikan bahwa saat krisis datang, dunia tidak lagi mulai dari nol.

Baca Juga  Ngabuburit Tanpa Scroll Hape: 7 Ide Seru Menjelang Azan
Covid-19 pandemi simulasi standar WHO wabah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBNI Optimistis Perjalanan Tim Thomas Jadi Modal Masa Depan Bulu Tangkis Indonesia
Next Article Sejarah Hari Buruh Disebut May Day, Simbol Perjuangan!

Berita Lainnya

Resep MPASI untuk Bayi 6 Bulan ke Atas, Lengkap dengan Panduan Pemberian yang Tepat

24 Juni 2026 / 09:22 WIB

Nadiem Ungkap Pengadaan Laptop Chromebook Darurat saat Covid-19

23 Juni 2026 / 16:00 WIB

Jengkol dan Petai Mana yang Lebih Sehat? Kenali Perbedaan hingga Penyebab Bau Khasnya

23 Juni 2026 / 09:46 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dengan Bahan Sederhana, Mudah Dipraktikkan di Rumah

20 Juni 2026 / 09:22 WIB

Broken Home: Luka Keluarga yang Tak Selalu Terlihat, Tapi Berdampak Panjang

19 Juni 2026 / 09:14 WIB

Leunca, Lalapan Khas Sunda yang Disukai Banyak Orang, Ternyata Kaya Nutrisi

18 Juni 2026 / 09:02 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Kamis 19 Februari 2026

Kristo Suryokusumo17 Februari 2026 / 20:30 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.