Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Health»Wabah Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Tewas

Wabah Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Tewas

Health Ridzka Putri Ananda07 Mei 2026 / 15:24 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi kapal pesiar. Wabah hantavirus di kapal pesiar M/V Hondius membuat 150 orang tertahan di perairan Cape Verde setelah tiga penumpang meninggal dunia dan satu pasien dikonfirmasi positif hantavirus.(Foto: Tutur/UNSPLASH/GEORGY TROFIMOV)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Praia (tutur.co.id) – Wabah hantavirus kembali menjadi sorotan dunia setelah muncul kasus di kapal pesiar M/V Hondius yang berada di perairan Cape Verde. Wabah langka ini memicu kekhawatiran karena menewaskan beberapa penumpang dalam waktu singkat. Kejadian tersebut menunjukkan bahwa ancaman wabah masih bisa muncul di ruang tertutup seperti kapal pesiar.

Dilansir dari World Health Organization, Kamis 7 Mei 2026, kapal tersebut membawa sekitar 147 penumpang dan awak dari berbagai negara. Hingga saat itu, tercatat tujuh kasus yang terdiri dari dua kasus terkonfirmasi dan lima kasus dugaan. Dari jumlah tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya dalam kondisi kritis.

Sekitar 150 penumpang dan awak sempat tertahan di kapal selama proses penanganan berlangsung. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran virus ke luar kapal. Otoritas kesehatan juga melakukan pemantauan terhadap seluruh kontak erat.

Kasus pertama terdeteksi setelah beberapa penumpang mengalami gangguan pernapasan serius. Kondisi sebagian pasien kemudian memburuk dengan cepat hingga menyebabkan komplikasi berat. Lingkungan kapal yang tertutup membuat situasi ini menjadi perhatian khusus.

Hantavirus merupakan virus yang biasanya ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus. Penularan dapat terjadi melalui urine, kotoran, atau air liur hewan yang terinfeksi. Meski jarang, kemungkinan penularan antar manusia masih dalam tahap penyelidikan.

Gejala awal hantavirus umumnya mirip flu biasa seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Namun dalam beberapa hari, penyakit bisa berkembang menjadi gangguan pernapasan serius hingga gagal napas. Karena itu, hantavirus termasuk penyakit yang cukup berbahaya jika terlambat ditangani.

WHO menilai risiko penyebaran global masih tergolong rendah. Meski begitu, kasus di kapal pesiar ini menjadi pengingat bahwa penyakit menular tetap dapat menyebar cepat di lingkungan dengan mobilitas tinggi. Pencegahan dan deteksi dini kini menjadi langkah paling penting untuk menghindari wabah yang lebih besar.

Baca Juga  Tujuh Mitos Decluttering yang Wajib Diketahui
Hantavirus kapal pesiar virus World Health Organization
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBappenas Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 7,5% pada 2027, Juda Agung: Jangan Sampai Indonesia Tua Sebelum Kaya
Next Article Pertamina Gandeng Halliburton, Perkuat Teknologi Digital untuk Hulu Migas

Berita Lainnya

Resep MPASI untuk Bayi 6 Bulan ke Atas, Lengkap dengan Panduan Pemberian yang Tepat

24 Juni 2026 / 09:22 WIB

Jengkol dan Petai Mana yang Lebih Sehat? Kenali Perbedaan hingga Penyebab Bau Khasnya

23 Juni 2026 / 09:46 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dengan Bahan Sederhana, Mudah Dipraktikkan di Rumah

20 Juni 2026 / 09:22 WIB

Broken Home: Luka Keluarga yang Tak Selalu Terlihat, Tapi Berdampak Panjang

19 Juni 2026 / 09:14 WIB

Leunca, Lalapan Khas Sunda yang Disukai Banyak Orang, Ternyata Kaya Nutrisi

18 Juni 2026 / 09:02 WIB

5 Minuman yang Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Bukan Pembakar Lemak Instan

17 Juni 2026 / 09:11 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Ole Romeny Ungkap Rahasia Selalu Tajam Bersama Timnas Indonesia di GBK

Deba Salamah10 Juni 2026 / 05:00 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.