Praia (tutur.co.id) – Wabah hantavirus kembali menjadi sorotan dunia setelah muncul kasus di kapal pesiar M/V Hondius yang berada di perairan Cape Verde. Wabah langka ini memicu kekhawatiran karena menewaskan beberapa penumpang dalam waktu singkat. Kejadian tersebut menunjukkan bahwa ancaman wabah masih bisa muncul di ruang tertutup seperti kapal pesiar.
Dilansir dari World Health Organization, Kamis 7 Mei 2026, kapal tersebut membawa sekitar 147 penumpang dan awak dari berbagai negara. Hingga saat itu, tercatat tujuh kasus yang terdiri dari dua kasus terkonfirmasi dan lima kasus dugaan. Dari jumlah tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya dalam kondisi kritis.
Sekitar 150 penumpang dan awak sempat tertahan di kapal selama proses penanganan berlangsung. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran virus ke luar kapal. Otoritas kesehatan juga melakukan pemantauan terhadap seluruh kontak erat.
Kasus pertama terdeteksi setelah beberapa penumpang mengalami gangguan pernapasan serius. Kondisi sebagian pasien kemudian memburuk dengan cepat hingga menyebabkan komplikasi berat. Lingkungan kapal yang tertutup membuat situasi ini menjadi perhatian khusus.
Hantavirus merupakan virus yang biasanya ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus. Penularan dapat terjadi melalui urine, kotoran, atau air liur hewan yang terinfeksi. Meski jarang, kemungkinan penularan antar manusia masih dalam tahap penyelidikan.
Gejala awal hantavirus umumnya mirip flu biasa seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Namun dalam beberapa hari, penyakit bisa berkembang menjadi gangguan pernapasan serius hingga gagal napas. Karena itu, hantavirus termasuk penyakit yang cukup berbahaya jika terlambat ditangani.
WHO menilai risiko penyebaran global masih tergolong rendah. Meski begitu, kasus di kapal pesiar ini menjadi pengingat bahwa penyakit menular tetap dapat menyebar cepat di lingkungan dengan mobilitas tinggi. Pencegahan dan deteksi dini kini menjadi langkah paling penting untuk menghindari wabah yang lebih besar.

