Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Bappenas Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 7,5% pada 2027, Juda Agung: Jangan Sampai Indonesia Tua Sebelum Kaya

Bappenas Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 7,5% pada 2027, Juda Agung: Jangan Sampai Indonesia Tua Sebelum Kaya

Makro Gusti Tetiro07 Mei 2026 / 15:08 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Wamenkeu Juda Agung usai dilantik Presiden Prabowo Subianto (Foto: Tutur/Setpres)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 berada di kisaran 5,9% hingga 7,5%. Target ambisius tersebut disiapkan untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan percepatan pertumbuhan ekonomi harus terjadi secara merata di seluruh wilayah Indonesia, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa maupun Jakarta.

“Kita perlu tumbuh, dan tumbuh ini tidak hanya di Jakarta tetapi tumbuh di setiap daerah. Dalam catatan kami pertumbuhan ekonomi nasional 5,9% sampai 7,5% tidak bisa dicapai tanpa dukungan daerah,” ujar Rachmat dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Menurut dia, pemerintah akan mendorong pusat-pusat pertumbuhan baru, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Namun, pertumbuhan wilayah barat Indonesia juga tetap dijaga agar tercipta pemerataan ekonomi nasional.

“Kami mendorong kawasan timur Indonesia tumbuh tinggi dengan tetap menjaga pertumbuhan kawasan barat Indonesia. Kami berharap pembangunan di daerah terus didorong dan digali sesuai karakteristik dan potensi masing-masing wilayah,” katanya.

Bappenas mencatat pendapatan per kapita Indonesia hingga 2024 baru mencapai US$4.910. Angka tersebut masih jauh dari syarat negara berpendapatan tinggi (high income country), sehingga diperlukan akselerasi pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan memperkuat investasi, industrialisasi, serta produktivitas daerah. Sulawesi, misalnya, diarahkan menjadi pusat industri berbasis sumber daya alam, sedangkan Sumatra akan difokuskan pada pengembangan bioindustri dan sektor kemaritiman.

Rachmat juga menegaskan pembiayaan pembangunan tidak bisa hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah akan memperluas skema pembiayaan non-APBN melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga  Purbaya: Indonesia Tak Butuh Dana IMF, APBN Masih Kuat

“Dengan koordinasi ini kita bisa mengawal implementasi lintas sektor. Kami harapkan pembangunan tercapai sebesar-besarnya untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Indonesia,” tutur Rachmat.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menilai Indonesia sebenarnya memiliki modal kuat untuk tumbuh lebih tinggi, terutama karena sedang menikmati bonus demografi.

Menurut Juda, momentum tersebut harus dimanfaatkan maksimal sebelum struktur penduduk Indonesia mulai menua pada 2035 mendatang.

“Kalau kita tidak tumbuh tinggi di tahun-tahun ke depan ini, maka kita benar-benar akan masuk ke dalam jebakan berpendapatan menengah (middle income trap),” ujar Juda.

Dia mengingatkan bahwa bonus demografi tidak akan berlangsung selamanya. Jika gagal memanfaatkan periode tersebut, Indonesia berisiko menghadapi kondisi “tua sebelum kaya”.

“Beyond dari 2035, akan mulai aging, mulai menua penduduk kita. Jangan sampai kita terjebak pada middle income trap yang menyebabkan kita tua sebelum kaya,” tegas Juda.

Bappenas headline Juda Agung middle-income trap pertumbuhan ekonomi 2027
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Bela Teddy Indra Wijaya dari Amien Rais, Hendropriyono: Etika dan Martabat Harus Dijaga!
Next Article Wabah Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Tewas

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Aturan Baru AI di Golden Globe Awards: Boleh Dipakai di Film Asal Manusia Pegang Komando

Toto Pribadi08 Mei 2026 / 11:00 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.