Jakarta (tutur.co.id) – Perlakuan tidak adil yang diterima peserta Cerdas Cermat Empat Pilar MPR di Pontianak Kalimantan Barat, akhir pekan lalu, mendapat perhatian dari Komisi X DPR RI. Selain mencoreng MPR, kejadian yang viral ini juga dianggap telah merusak semangat nasionalisme siswa.
Hal itu diungkapkan anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramly. Sosok yang akrab disapa dengan Amure ini, menyesalkan sikap dewan juri yang dinilai tidak fair dalam memberikan penilaian kepada peserta serta tidak mencerminkan objektivitas dan profesionalisme yang seharusnya dijunjung tinggi dalam sebuah kompetisi pendidikan.
“Sikap juri seperti itu tidak mencerminkan kualitas seorang juri sejati. Dalam lomba pendidikan, apalagi yang membawa semangat 4 Pilar MPR, objektivitas dan integritas harus menjadi hal utama,” tegas Amure di Jakarta, Selasa 12 Mei 2026.
Baca juga: Viral Cerdas Cermat Empat Pilar MPR di Pontianak, Dua Pejabat Dicopot
Pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga meminta seluruh pihak untuk tidak mematahkan semangat para siswa yang telah berjuang dan mempersiapkan diri secara maksimal dalam ajang tersebut. Ia juga tetap mengapresiasi para peserta atas usaha, pengetahuan, dan semangat kebangsaan yang telah mereka tunjukkan selama kompetisi berlangsung.
“Untuk adik-adik siswa, saya berharap tetap semangat dan jangan kecewa berlebihan. Kalian adalah generasi penerus bangsa yang harus terus belajar, berprestasi, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan,” ujar Amure.
Dalam kesempatan itu Amure juga menegaskan bahwa kegiatan seperti Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR tetap sangat penting untuk terus dilaksanakan sebagai bagian dari pendidikan karakter kebangsaan bagi generasi muda.
“Kegiatan semacam ini harus terus dilaksanakan secara konsisten demi menanamkan pemahaman yang utuh tentang demokrasi, Pancasila, konstitusi, serta nasionalisme di kalangan siswa. Namun pelaksanaannya juga harus benar-benar profesional, transparan, dan adil agar tujuan pendidikan itu tidak tercoreng,” pungkasnya.

