Rio de Jenairo (Tutur.co.id) – Piala Dunia 2026 semakin mendekat. Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu dijadwalkan mulai bergulir pada pertengahan Juni mendatang dan untuk pertama kalinya akan digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Seiring semakin dekatnya kick-off, sejumlah negara mulai dijagokan sebagai kandidat kuat juara. Salah satu yang kembali masuk dalam daftar unggulan adalah Timnas Brasil—tim dengan koleksi gelar terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, yakni lima trofi.
Selain faktor historis, Brasil juga diperkuat deretan pemain top dunia yang berkiprah di klub-klub elite Eropa. Namun, pandangan berbeda justru disampaikan oleh salah satu bintangnya, Vinicius Junior.
Penyerang yang juga membela Real Madrid itu menilai Brasil tidak layak ditempatkan sebagai favorit utama pada edisi kali ini. Meski tidak merinci alasan secara spesifik, ia menyebut banyak tim lain yang dinilai lebih pantas dijagokan.
“Kami bukan tim unggulan untuk menjuarai Piala Dunia 2026,” ujar Vinicius.
Ia menegaskan bahwa skuad Selecao tidak ingin terbebani oleh label favorit. Menurutnya, fokus utama tim adalah bekerja keras dan menunjukkan performa terbaik di setiap pertandingan.
“Kami ingin membawa Brasil ke tempat yang semestinya kami berada. Jadi Anda tidak perlu bicara soal unggulan juara kepada kami,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut tidak lepas dari catatan performa Brasil dalam dua edisi terakhir Piala Dunia. Pada turnamen 2018 dan 2022, Brasil harus tersingkir di babak perempat final. Adapun gelar terakhir mereka diraih pada 2002.
Kini, dengan generasi baru dan ekspektasi tinggi dari publik, Brasil kembali bersiap menatap panggung dunia. Bukan sebagai tim yang dibebani status favorit, melainkan sebagai kekuatan besar yang ingin membuktikan diri kembali.

