Jakarta (tutur.co.id) – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan tantangan besar dalam menjaga defisit APBN 2026 tetap berada di bawah ambang batas 3 persen. Hal tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta dan dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Airlangga, tekanan geopolitik global serta lonjakan harga minyak dunia berpotensi mendorong defisit anggaran melebar hingga melampaui 4 persen. Pemerintah pun menyiapkan sejumlah skenario kebijakan dengan mempertimbangkan pergerakan harga minyak mentah global dan fluktuasi nilai tukar rupiah yang dapat memengaruhi kondisi fiskal nasional.
