Jakarta (Tutur.co.id) – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai jersey terbaru Timnas Indonesia produksi Kelme tidak sekadar menghadirkan warna kebangsaan, tetapi juga mengangkat identitas budaya Indonesia melalui sentuhan motif tradisional yang terinspirasi dari tenun dan batik.
Erick menyebut desain tersebut berhasil memadukan unsur budaya dengan pendekatan modern, sehingga jersi tetap tampil sederhana namun sarat makna.
“Saya melihat perdana hari ini. Ini mencerminkan warna bangsa kita, tentu merah dan putih. Tapi ada nilai-nilai kebudayaan di situ. Kalau merah itu seperti tenun, ada garis-garis,” ujar Erick saat acara peluncuran jersey di Plaza Utara Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Menurut Erick, perpaduan warna merah dan putih pada jersi tersebut juga dirancang agar tidak terlihat terlalu ramai, sehingga tetap menghadirkan kesan seimbang sekaligus elegan saat dikenakan para pemain.
Pada jersey tandang yang didominasi warna putih, Erick mengungkapkan adanya motif batik yang dirancang secara khusus. Motif tersebut baru terlihat jelas ketika diperhatikan dari jarak dekat dan telah dipatenkan sebagai bagian dari identitas desain jersi tersebut.
“Tadi saya tanya, motif batiknya kalau ditiru bagaimana. Katanya sudah dipatenkan karena memang spesial,” katanya.
Selain dari sisi visual, Erick juga menyoroti kualitas bahan jersi yang mendapat respons positif dari para pemain tim nasional. Menurutnya, bahan yang digunakan terasa ringan sehingga lebih nyaman saat digunakan dalam pertandingan.
Sementara itu, pelatih timnas Indonesia John Herdman menilai desain jersey tersebut tidak hanya memperhatikan estetika, tetapi juga disesuaikan dengan kondisi iklim serta kebutuhan permainan di kawasan Asia.
“Menurut saya para pemain akan merasakan level yang berbeda dan akan dapat menyesuaikan dengan suhu. Ini benar-benar didesain untuk sesuai dengan bagaimana kami bermain di Asia,” ujar Herdman.
Di sisi lain, CEO Kelme Indonesia Kevin Wijaya menjelaskan bahwa desain jersey tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pihak apparel dan PSSI. Proses perancangannya melibatkan berbagai masukan, termasuk filosofi yang mencerminkan identitas dan perjalanan sepak bola Indonesia.
Kevin mengungkapkan bahwa jersey kandang mengambil inspirasi dari desain tim nasional pada tahun 1999, sebuah periode yang dianggap sebagai awal kebangkitan Indonesia di panggung sepak bola internasional.
“Nah, itu yang menjadi inspirasinya. Makanya ada splash merah putih di jersey kandang,” kata Kevin.
Dengan menggabungkan unsur sejarah, budaya, dan teknologi bahan modern, jersey baru timnas Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi identitas visual, tetapi juga simbol semangat kebangsaan ketika skuad Garuda berlaga di berbagai kompetisi internasional.

