Washington DC (Tutur.co.id) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Washington akan mempertahankan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran hingga Teheran menyepakati dan menandatangani perjanjian damai dengan AS.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social di tengah berlanjutnya perundingan antara kedua negara yang dimediasi Pakistan.
“Blokade akan tetap berlaku sepenuhnya hingga kesepakatan tercapai, disahkan, dan ditandatangani. Kedua belah pihak harus meluangkan waktu dan melakukannya dengan benar. Tidak boleh ada kesalahan!” kata Trump, Minggu (24/5/2026).
Trump menyebut proses negosiasi antara Washington dan Teheran sejauh ini berjalan dalam suasana yang kondusif. Menurut dia, pembicaraan dilakukan secara hati-hati agar menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima kedua pihak. Ia juga menegaskan pemerintah AS tidak ingin terburu-buru menyelesaikan perundingan.
“Saya telah memberi tahu perwakilan saya untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan karena waktu ada di pihak kita,” ujar Trump.
Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran pada dasarnya telah dirundingkan dan hanya tinggal menunggu tahap finalisasi.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu. Serangan tersebut kemudian dibalas Iran dengan menargetkan wilayah Israel dan sejumlah sekutu AS di kawasan Teluk.
Situasi semakin memanas setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia. Penutupan jalur tersebut sempat memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global dan keamanan kawasan.
Upaya meredakan konflik mulai terlihat setelah gencatan senjata diberlakukan pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Kesepakatan penghentian sementara konflik itu kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Trump sambil menunggu proses perundingan damai mencapai tahap akhir.
Peran Pakistan dalam mediasi dinilai penting karena mampu membuka jalur komunikasi antara Washington dan Teheran di tengah hubungan kedua negara yang selama ini berlangsung tegang. Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan juga menyambut positif langkah Trump untuk membuka peluang perdamaian dengan Iran.

