Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Setelah Kematian Khamenei, Bagaimana Mekanisme Penunjukan Pengganti?

Setelah Kematian Khamenei, Bagaimana Mekanisme Penunjukan Pengganti?

Internasional Deba Salamah05 Maret 2026 / 03:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ayatollah Ali Khamenei (Foto: Tutur/odishatv)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Teheran (Tutur.co.id) – Kematian Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel, memunculkan pertanyaan besar di tengah situasi perang yang masih berkecamuk. Siapa yang menggantikannya, dan seberapa cepat proses penunjukan pemimpin baru dapat dilakukan?

Konstitusi Republik Islam Iran sebenarnya telah mengatur mekanisme suksesi kepemimpinan tertinggi negara tersebut. Tanggung jawab untuk memilih pengganti berada di tangan Majelis Ahli Kepemimpinan (Assembly of Experts), sebuah lembaga yang terdiri dari para ulama yang dipilih melalui pemilu dan memiliki kewenangan konstitusional untuk menunjuk sekaligus memberhentikan pemimpin tertinggi.

Ketentuan ini tercantum dalam Pasal 107 Konstitusi Iran, yang menyatakan bahwa pemimpin tertinggi dipilih oleh Majelis Ahli. Sementara itu, Pasal 111 mengatur bahwa jika pemimpin tertinggi meninggal dunia, mengundurkan diri, atau diberhentikan, maka Majelis Ahli wajib segera memilih pengganti.

Meski demikian, konstitusi tidak menetapkan batas waktu yang spesifik—misalnya dalam hitungan hari atau minggu—untuk proses pemilihan tersebut. Yang ditekankan hanya bahwa pemilihan harus dilakukan secepat mungkin.

Selama proses pemilihan berlangsung, konstitusi juga mengatur pembentukan kepemimpinan sementara. Struktur ini terdiri dari tiga pejabat tinggi negara, yaitu Presiden Iran, Ketua Mahkamah Agung Iran, dan satu orang faqih dari Dewan Garda (Guardian Council). Ketiganya menjalankan sebagian kewenangan pemimpin tertinggi sampai Majelis Ahli menetapkan pemimpin yang baru.

Dalam sejarah Republik Islam Iran, hanya ada satu preseden pergantian pemimpin tertinggi akibat kematian, yakni pada tahun 1989 setelah wafatnya Ruhollah Khomeini, pendiri republik tersebut. Saat itu, Majelis Ahli bergerak sangat cepat dan memilih Ali Khamenei sebagai pemimpin baru pada hari yang sama ketika kematian Khomeini diumumkan.

Preseden tersebut menunjukkan bahwa dalam kondisi krisis politik atau keamanan, proses suksesi di Iran dapat berlangsung sangat cepat, bahkan hanya dalam hitungan jam.

Baca Juga  Video: Dramatis! Serangan Udara Hantam Bangunan di Beirut Selatan

Namun, situasi saat ini dinilai jauh lebih kompleks. Selain berlangsung di tengah konflik militer dengan Amerika Serikat dan Israel, proses penunjukan pemimpin baru juga berpotensi dipengaruhi oleh dinamika persaingan di kalangan elite politik dan ulama Iran, serta tekanan besar terkait stabilitas keamanan negara.

Karena itu, pemilihan pemimpin tertinggi berikutnya tidak sekadar menjadi proses konstitusional semata, tetapi juga akan menjadi momen politik yang sangat menentukan arah masa depan Republik Islam Iran.

Amerika Serikat headline iran Kapal Perusak Khamenei Perang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMeluas, AS Serang Kapal Perusak Iran di Perairan Sri Lanka
Next Article Ngabuburit Spectaxcular, Kanwil DJP Jatim II Jemput Bola Dampingi Wajib Pajak Lapor SPT 2025 via Coretax

Berita Lainnya

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB
Form Komentar Cancel Reply

DPR Putuskan Semua Layanan BPJS PBI Dibayar Pemerintah

Toto Pribadi09 Februari 2026 / 12:34 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.