Washington (Tutur.co.id) — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Sabtu malam (7/3/2026), menyinggung sejumlah perkembangan terkait konflik dengan Iran, termasuk isu kemungkinan masuknya kelompok Kurdi bersenjata ke wilayah Iran serta pengeboman sebuah sekolah perempuan di kota Minab.
Dalam pernyataannya, Trump mengatakan pemerintah Amerika Serikat telah membahas kemungkinan kelompok Kurdi bersenjata memasuki Iran dari wilayah Irak. Namun ia menegaskan Washington tidak berniat mengizinkan langkah tersebut.
Trump menyatakan bahwa AS tidak ingin kelompok Kurdi menggunakan wilayah Irak untuk melancarkan operasi ke Iran. Menurutnya, pemerintah AS berupaya mencegah eskalasi yang dapat memperluas konflik di kawasan.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyinggung pengeboman Sekolah Perempuan “Shajareh Tayyebeh” di Minab, sebuah insiden yang sebelumnya menarik perhatian internasional.
Ia mengatakan bahwa menurut penilaiannya Republik Islam Iran kemungkinan berada di balik serangan terhadap sekolah tersebut, meskipun Amerika Serikat sebelumnya menyatakan masih melakukan penyelidikan terhadap insiden itu.
Pernyataan Trump menambah dimensi baru dalam ketegangan antara Washington dan Teheran, terutama di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan kawasan serta dugaan keterlibatan berbagai kelompok bersenjata dalam dinamika konflik regional.

