Jakarta (tutur.co.id) – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendukung pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan menjadi pintu tunggal ekspor komoditas strategis sumber daya alam (SDA).
Menurut Susi, lewat akun media social X pribadinya @ susipudjiastuti, langkah tersebut penting untuk memperkuat transparansi perdagangan dan menutup celah praktik manipulasi dalam transaksi ekspor.
Ia menyoroti masih maraknya praktik under-invoicing, transfer pricing hingga transaksi ekspor yang tidak tercatat secara optimal memang berdampak jelas pada berkurangnya penerimaan negara.
“Justru ini yang terjadi sekarang. Unreported, Undervalue invoice/transfer pricing. Penerimaan negara jadi kurang. Makanya dibuat satu pintu supaya transparan,” tulis Susi.
Sebelumnya, CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menegaskan DSI memang disiapkan secara khusus untuk menata ulang sistem perdagangan dan menyapu bersih praktik penetapan harga ekspor tak wajar (mispricing).
Pemerintah secara resmi mewajibkan ekspor komoditas sumber daya alam strategis, seperti minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferro alloy) untuk dilakukan lewat satu pintu melalui BUMN.
Tujuannya secara spesifik untuk memperkuat pengawasan, mencegah under-invoicing, pelarian devisa serta memastikan harga transaksi sejalan dengan indeks pasar global yang sebenarnya.
Dengan adanya sentimen positif dari publik dan dukungan para ahli, DSI diharapkan dapat segera merealisasikan tata kelola ekspor komoditas SDA yang transparan, menghentikan kebocoran devisa, dan membawa nilai tambah yang maksimal bagi perekonomian nasional.

