Jakarta (tutur.co.id)- Demensia menjadi salah satu masalah kesehatan lansia yang perlu mendapat perhatian serius. Kementerian Kesehatan RI menyebut demensia sebagai gangguan fungsi otak yang memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, hingga perilaku seseorang. Kondisi ini umumnya dialami lansia dan berkembang secara perlahan.
Sayangnya, banyak keluarga menganggap perubahan perilaku pada orang tua sebagai hal biasa akibat penuaan. Padahal, beberapa perubahan tersebut bisa menjadi gejala demensia yang perlu segera ditangani.
Gejala Demensia yang Sering Diabaikan
1. Mudah Lupa Hal yang Baru Terjadi
Menurut Alzheimer’s Association, salah satu tanda awal demensia adalah sering lupa terhadap informasi yang baru diterima. Lansia bisa lupa meletakkan barang, lupa percakapan yang baru terjadi, atau terus mengulang pertanyaan yang sama.
Berbeda dengan lupa biasa, kondisi ini terjadi berulang dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
2. Sulit Menemukan Kata Saat Berbicara
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa penderita demensia dapat mengalami gangguan komunikasi, termasuk kesulitan menyusun kalimat atau mencari kata yang tepat saat berbicara.
Tak jarang, lansia tiba-tiba berhenti di tengah percakapan karena lupa apa yang ingin disampaikan.
3. Bingung dengan Waktu dan Tempat
Kementerian Kesehatan RI juga menyebut kebingungan terhadap waktu dan lokasi sebagai salah satu gejala demensia yang umum terjadi pada lansia.
Beberapa orang bahkan bisa lupa jalan pulang dari tempat yang sebenarnya sudah sangat familiar.
4. Perubahan Emosi dan Perilaku
Perubahan suasana hati yang drastis juga dapat menjadi tanda demensia. Lansia bisa menjadi lebih mudah marah, cemas, curiga, atau menarik diri dari lingkungan sosial.
Perubahan perilaku ini sering kali tidak disadari keluarga karena dianggap bagian normal dari proses menua.
5. Kesulitan Melakukan Aktivitas Harian
Alzheimer’s Association menyebut penderita demensia dapat mulai kesulitan melakukan aktivitas sederhana seperti memasak, memakai pakaian, atau mengatur jadwal harian.
Pada tahap tertentu, mereka bahkan membutuhkan bantuan untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Pentingnya Dukungan Keluarga
WHO menegaskan bahwa mengenali gejala demensia sejak dini sangat penting agar penderita mendapatkan penanganan yang tepat. Meski belum dapat disembuhkan sepenuhnya, terapi dan pendampingan yang baik dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit.
Keluarga juga memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan mental lansia. Memberikan perhatian, mengajak berbicara, serta memastikan lansia tetap aktif dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka.
Jika gejala demensia mulai terlihat dan terjadi secara terus-menerus, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

