Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Nasional»Tabrakan Kereta Bekasi, Pengamat: Kelemahan Lintasan Kereta Api

Tabrakan Kereta Bekasi, Pengamat: Kelemahan Lintasan Kereta Api

Nasional Toto Pribadi30 April 2026 / 12:52 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Perlintasan Kereta Api (Foto: Tutur/Ahmad)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Surabaya (tutur.co.id) – Pakar transportasi darat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Prof Hera Widyastuti punya pandangan menarik terkait perlintasan kereta api yang kerap menjadi biang masalah. Hal ini ia sampaikan menyusul insiden tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, beberapa Waktu lalu.

“Perlintasan sebidang memiliki kelemahan dari sisi geometrik,” kata Prof Hera di Surabaya, Kamis 30 April 2026.

Menurut Hera, posisi rel yang umumnya lebih tinggi dari permukaan jalan membuat kendaraan harus melintas dalam kondisi menanjak, sehingga meningkatkan potensi kesalahan teknis dari pengemudi yang akan melintas.

“Kepanikan saat menanjak membuat pengendara kadang salah pindah gigi, sehingga berisiko mesin mobil mati tepat di atas rel,” katanya.

Selain faktor geometrik, Hera juga menyoroti bahwa perlintasan sebidang sangat bergantung pada kepatuhan pengguna jalan serta fungsi palang pintu.

Padahal, kereta api kategori heavy train dapat melaju hingga 110 kilometer per jam dan membutuhkan jarak pengereman panjang, sehingga tidak bisa berhenti mendadak.

“Perlintasan sebidang akan selalu menjadi titik rawan selama masih terjadi pertemuan langsung antara arus kendaraan dan laju kereta api,” ujarnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Hera mendorong pembangunan perlintasan tidak sebidang, baik berupa jalan layang maupun jalan bawah tanah, guna memutus total pertemuan antara kendaraan bermotor dan kereta api.

“Jika kita ingin menghindari benturan langsung, perlintasan tidak sebidang adalah jawaban utamanya,” ujar Hera.

Di Surabaya, urgensi pembangunan infrastruktur tersebut meningkat seiring rencana pengoperasian Surabaya Regional Railways Line (SRRL) yang akan menghubungkan Kota Surabaya dengan wilayah sekitarnya, dengan frekuensi perjalanan kereta yang diprediksi lebih padat.

“Sudah saatnya kita mengawal transisi ini agar perlintasan sebidang, terutama di area padat penduduk, segera ditiadakan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Baca Juga  Kabar Gembira, Mulai Hari Ini Harga Solar Turun
Commuter Line headline KAI Kereta Api Krl perlintasan kereta api tabrakan kereta
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTips Perawatan AC Mobil di Musim Kemarau, Wajib Tahu!
Next Article Video: Ekonom Wijayanto Samirin Sebut Definisi Korupsi di Indonesia Tidak Jelas

Berita Lainnya

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 08:57 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Wembanyama Kesulitan, Spurs Gagal Menjaga Keunggulan dari Knicks di Game 1 Final NBA 2026

Sasha Widiawati04 Juni 2026 / 13:02 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.