Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Industri»Simak Perbandingan Transportasi Online Australia, Indonesia dan China

Simak Perbandingan Transportasi Online Australia, Indonesia dan China

Industri Rizky Alfiantiko06 Mei 2026 / 14:52 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Perbandingan transportasi online: Indonesia dengan Gojek dan Grab berbasis motor, Australia dengan Uber dan Shebah berbasis mobil, serta China dengan robotaxi tanpa pengemudi yang lebih canggih.(Foto:Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Melbourne (tutur.co.id) – Transportasi online di Australia berkembang pesat dalam satu dekade terakhir, terutama melalui sistem ride-hailing atau jasa transportasi yang menggunakan platform online seperti aplikasi. Layanan ini menghubungkan penumpang dengan pengemudi menggunakan teknologi GPS dan pembayaran digital.

Model bisnisnya mirip dengan negara lain, tetapi memiliki karakteristik tersendiri dari sisi regulasi dan pilihan layanannya. Di kota-kota besar seperti Sydney dan Melbourne, transportasi online sudah menjadi alternatif utama selain transportasi umum.

Beberapa platform utama yang beroperasi di Australia antara lain Uber, DiDi, dan Ola. Uber menjadi pemain dominan dengan jangkauan luas, sementara DiDi menawarkan harga yang relatif lebih murah dan kompetitif. Selain itu, terdapat layanan seperti Shebah yang fokus pada penumpang perempuan dengan pengemudi perempuan.

Selain ride-hailing, Australia juga memiliki konsep carpooling atau ridesharing antar individu yang cukup populer, terutama untuk perjalanan jarak jauh. Sistem ini memungkinkan pengemudi menawarkan kursi kosong kepada penumpang dengan biaya patungan BBM. Platform seperti CoSeats atau komunitas berbasis media sosial sering digunakan untuk tujuan ini. Model ini lebih hemat biaya dan banyak digunakan di daerah dengan keterbatasan transportasi umum.

Dari sisi inovasi, Australia belum seagresif negara lain dalam mengadopsi kendaraan otonom seperti robotaxi. Namun, pengembangan kendaraan self-driving tetap berlangsung melalui uji coba terbatas yang biasanya melibatkan perusahaan teknologi dan universitas.

Sementara itu, inovasi yang lebih terlihat saat ini adalah integrasi micro-mobility seperti e-bike sharing yang semakin berkembang di kota besar. Hal ini menunjukkan bahwa Australia lebih fokus pada efisiensi dan keberlanjutan dibandingkan otomatisasi penuh dalam jangka pendek.

Jika dibandingkan dengan Indonesia, perbedaan paling mencolok terletak pada jenis layanan. Indonesia memiliki layanan ojek online seperti Gojek dan Grab yang menggunakan sepeda motor, sehingga lebih fleksibel di jalan sempit dan macet.

Baca Juga  Wacana Jilid II Perundingan Damai dengan AS, Petinggi Iran: Trump Banyak Omong!

Selain itu, ekosistemnya lebih luas karena mencakup layanan pengiriman makanan, logistik, hingga pembayaran digital. Regulasi di Indonesia juga berkembang dari awalnya tidak jelas menjadi lebih terstruktur dengan aturan tarif dan keselamatan.

Sementara itu, China berada di level yang lebih maju dalam hal skala dan teknologi transportasi online. Platform seperti DiDi berkembang menjadi ekosistem mobilitas besar yang mencakup ride-hailing, autonomous driving, hingga integrasi dengan smart city.

China juga menjadi salah satu negara terdepan dalam pengembangan robotaxi dan kendaraan tanpa pengemudi di beberapa kota besar. Dibandingkan Australia, adopsi teknologi ini jauh lebih cepat karena dukungan pemerintah dan investasi teknologi yang besar jika dibandingkan dengan Indonesia.

Secara keseluruhan, transportasi online di Australia cenderung stabil, teratur, dan berorientasi pada kenyamanan pengguna. Indonesia unggul dalam fleksibilitas dan ekosistem layanan yang luas, sementara China memimpin dalam inovasi teknologi seperti autonomous vehicle.

Perbedaan ini mencerminkan kondisi geografis, regulasi, dan tingkat adopsi teknologi di masing-masing negara. Dengan perkembangan teknologi global, ketiga negara ini kemungkinan akan terus saling mempengaruhi dalam evolusi sistem transportasi online ke depan.

Australia China headline ojek online ojol transportasi transportasi online
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRekomendasi Reformasi Polri, Penunjukan Kapolri Tetap Ditangan Presiden
Next Article Video: Rupiah Undervalued, BI Ungkap Tujuh Langkah Stabilisasi

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Harga Minyak Naik, Airlangga: Defisit Anggaran Bisa Tembus 4%

Kristo Suryokusumo13 Maret 2026 / 20:20 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.