Cisarua (tutur.co.id) – Rio, anak panda raksasa pertama yang lahir di Indonesia, dipastikan tumbuh sehat menjelang debut publiknya di Taman Safari Indonesia akhir bulan ini. Panda bernama lengkap Satrio Wiratama itu baru saja menjalani pemeriksaan medis oleh tim dokter hewan di kawasan Cisarua, Jawa Barat.
Pada usia 169 hari, Rio telah memiliki berat sekitar 10 kilogram dan mulai menunjukkan perkembangan yang baik. Rio kini sudah bisa berjalan sendiri, memanjat tubuh induknya, hingga mulai memakan rebung bambu sebagai bagian dari proses pertumbuhannya.
Dokter hewan Taman Safari Indonesia, Bongot Huaso Mulia, mengatakan seluruh indera Rio berkembang dengan baik menjelang pertemuannya dengan publik. Ia juga memastikan tim terus melatih Rio secara bertahap agar dapat beradaptasi dengan keramaian pengunjung.
“Yang penting untuk diperhatikan adalah semua indera Rio aktif. Dia mampu memahami lingkungan dan beradaptasi dengan lebih banyak orang,” kata Bongot Huaso Mulia, dikutip dari Associated Press (AP News).
Rio lahir pada 27 November 2025 dari pasangan panda raksasa Hu Chun dan Cai Tao yang berasal dari China. Kedua panda berusia 15 tahun itu tiba di Indonesia pada 2017 melalui kerja sama konservasi selama 10 tahun antara Indonesia dan China.
Ketiga panda tersebut kini tinggal di kawasan Panda Palace, sebuah fasilitas konservasi bertingkat di Taman Safari Indonesia. Fasilitas tersebut berdiri di area seluas sekitar 5.000 meter persegi dan dilengkapi ruang tidur, fasilitas medis, area bermain indoor dan outdoor, hingga elevator khusus untuk perawatan panda.
Presiden Direktur Taman Safari Indonesia, Aswin Sumampau, menyebut kelahiran Rio sebagai pencapaian penting dalam dunia konservasi satwa. Menurutnya, panda termasuk hewan yang sangat sulit berkembang biak, sehingga kelahiran Rio menjadi kabar baik bagi konservasi panda di Indonesia.
“Ini adalah momen yang sudah lama kami tunggu. Selama dua tahun terakhir tidak ada panda yang lahir di fasilitas konservasi ex-situ di dunia, dan Taman Safari berhasil melakukannya,” ujar Aswin Sumampau, dikutip dari Associated Press.
Kehadiran Rio tidak hanya menjadi simbol keberhasilan konservasi panda raksasa di Indonesia, tetapi juga membawa harapan baru bagi pelestarian satwa langka di masa depan. Debut publiknya pun kini menjadi momen yang paling dinantikan para pecinta satwa di Indonesia.

