Jakarta (tutur.co.id) — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali tertekan menjelang libur Idul Fitri. Pada perdagangan Selasa (17/3/2026), rupiah ditutup stagnan di kisaran Rp16.997 per dolar AS setelah sempat menguat tipis.
Untuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75 persen di tengah meningkatnya tekanan global.
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menegaskan bank sentral akan menjaga stabilitas rupiah selama periode libur Lebaran, meski pasar domestik tutup sementara.
“Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah,” ujar Destry dalam keterangan resmi.
Ia menjelaskan, perdagangan rupiah di pasar global tetap berlangsung selama libur, sehingga fluktuasi nilai tukar tetap perlu diantisipasi.
“Termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional,” jelasnya.

