Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (8/5/2026) dengan rentang pergerakan di level 7.100-7.240.
BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya menyebutkan secara teknikal IHSG masih memiliki peluang menguat setelah ditutup melonjak pada perdagangan sebelumnya.
“Secara teknikal, IHSG berpeluang untuk kembali menguat setelah ditutup melesat kemarin,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi, Jumat.
Pergerakan pasar hari ini dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik. Dari eksternal, investor mencermati proposal baru Amerika Serikat kepada Iran untuk mengakhiri konflik geopolitik yang selama ini membayangi pasar keuangan global.
Sementara dari dalam negeri, pasar merespons positif langkah Presiden Prabowo Subianto yang menyetujui tujuh kebijakan baru Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global.
Selain itu, pelaku pasar juga menunggu rilis data cadangan devisa Indonesia yang dinilai akan memengaruhi arah pergerakan nilai tukar rupiah dan pasar keuangan domestik.
Meski demikian, laju IHSG berpotensi tertahan oleh pelemahan bursa saham Wall Street semalam. Indeks Dow Jones turun 0,63%, diikuti pelemahan S&P500 sebesar 0,38% dan Nasdaq yang terkoreksi 0,13%.
Di tengah peluang penguatan indeks tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham untuk dicermati pelaku pasar, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Saham BBNI direkomendasikan beli dengan target harga Rp4.060-Rp4.180. Sementara NCKL memiliki target harga Rp1.110-Rp1.130, dan MDKA diproyeksikan bergerak menuju Rp3.270-Rp3.400.
Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (7/5/2026), IHSG ditutup menguat 81,85 poin atau 1,15% ke level 7.174.
Meski indeks menguat, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp76,40 miliar. Tekanan jual terbesar terjadi pada saham BMRI sebesar Rp315,69 miliar, BRPT Rp128,26 miliar, dan PTRO Rp97,70 miliar.
Penguatan IHSG kemarin ditopang kenaikan saham sektor keuangan, infrastruktur, industri, consumer non-primer, consumer primer, dan kesehatan. Sementara sektor energi, material dasar, dan transportasi justru bergerak melemah.
Adapun sejumlah saham mencatat lonjakan signifikan hingga auto reject atas (ARA), di antaranya DPUM yang melesat 35% ke Rp162, ESIP naik 34,15% ke Rp220, NATO menguat 25% ke Rp775, DEPO naik 25% ke Rp320, ALKA melonjak 24,79% ke Rp730, dan MORA terapresiasi 19,62% ke Rp6.250.

