Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • IHSG Ambles ke Level Terendah Sejak 2020, Krisis Kepercayaan Investor Jadi Sorotan
  • Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK Setelah Sempat jadi Buronan
  • Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, IHSG dan Pasar Keuangan Kian Tertekan
  • Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Bantah Fiskal Jadi Biang Kerok
  • IHSG Menuju Area 5.755, Tekanan Rupiah dan Arus Dana Asing Bayangi Pasar
  • Prabowo Peringatkan SPPG: Program MBG Jangan Jadi Ajang Memperkaya Diri
  • Lokasi Layanan Samsat Keliling 4 Juni 2026
  • Lokasi Layanan SIM Keliling 4 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, IHSG dan Pasar Keuangan Kian Tertekan

Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, IHSG dan Pasar Keuangan Kian Tertekan

Market Gusti Tetiro04 Juni 2026 / 09:22 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi - Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/am.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Tekanan terhadap pasar keuangan domestik semakin meningkat setelah nilai tukar rupiah kembali melemah dan menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis (4/6/2026). Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, arus keluar dana asing, serta sentimen negatif terhadap pasar keuangan Indonesia.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah 37 poin atau 0,21% ke level Rp18.003 per dolar AS di pasar spot. Posisi tersebut menjadi salah satu level terlemah sepanjang sejarah nilai tukar rupiah terhadap mata uang Amerika Serikat.

Sebelumnya, pada perdagangan Rabu (3/6/2026), rupiah ditutup melemah 127 poin ke level Rp17.966 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS masih bertahan kuat di kisaran 99,445 meskipun terkoreksi tipis 0,08%.

Penguatan dolar AS didorong meningkatnya permintaan aset safe haven seiring memanasnya kembali konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dunia mendekati level US$100 per barel.

“Status dolar AS sebagai aset aman tampaknya menguat lagi, dengan harga minyak dan imbal hasil global yang pulih akibat ketegangan geopolitik,” ujar Strategist FX OCBC Sim Moh Siong seperti dikutip dari MarketScreener.

Menurutnya, belum terdapat faktor yang cukup kuat untuk mendorong pelemahan dolar AS dalam waktu dekat sehingga mata uang Negeri Paman Sam diperkirakan tetap bergerak stabil pada level tinggi.

Tekanan terhadap rupiah juga berimbas pada pasar saham domestik. Setelah anjlok 4,11% pada perdagangan sebelumnya dan ditutup di level 5.941,07, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berisiko melanjutkan pelemahan pada perdagangan Kamis.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, memperkirakan IHSG bergerak pada rentang support 5.733-5.839.

Baca Juga  IHSG Terancam Lanjut Koreksi ke 6.644, MNC Sekuritas Rekomendasikan 4 Saham Ini

Meski demikian, secara teknikal Nafan menilai posisi IHSG sudah memasuki area extremely oversold berdasarkan indikator Relative Strength Index (RSI), sehingga peluang technical rebound tetap terbuka apabila tekanan jual mulai mereda.

“Secara teknikal, IHSG sejatinya sudah dalam kondisi extremely oversold berdasarkan indikator RSI meskipun downtrend masih terjadi. Sementara itu, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif, namun volume mulai menguat,” kata Nafan.

Ia menambahkan, aksi jual investor asing masih menjadi faktor utama yang menekan pasar. Pada perdagangan sebelumnya, investor asing kembali mencatatkan net sell sekitar Rp864 miliar, memperpanjang tren keluarnya dana asing dari pasar saham Indonesia.

Selain faktor eksternal, pasar juga merespons negatif keputusan Moody’s yang menetapkan peringkat Baa2 (investment grade) untuk Danantara Investment Management (DIM) namun dengan outlook negatif.

Menurut Nafan, prospek negatif tersebut meningkatkan kekhawatiran investor terhadap potensi penurunan peringkat di masa depan apabila berbagai faktor risiko tidak mengalami perbaikan.

“Hal ini juga menyebabkan rupiah bergerak melemah drastis mendekati level Rp18.000 per USD, yang memicu kekhawatiran fiskal dan menekan stabilitas pasar keuangan domestik,” ujarnya.

Pelaku pasar juga tengah mencermati agenda penting pada Juni ini, termasuk rebalancing indeks FTSE Russell yang akan efektif pada 22 Juni 2026. Perubahan komposisi indeks global tersebut berpotensi memengaruhi aliran dana pasif asing ke pasar saham Indonesia.

Dari sisi global, meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran kembali memperbesar persepsi risiko investor terhadap aset negara berkembang. Selain itu, pasar juga menunggu rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Nonfarm Payrolls (NFP) Mei 2026 yang akan menjadi petunjuk penting arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Di tengah tingginya volatilitas pasar, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai masih memiliki peluang menarik untuk dicermati investor, yakni PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), dan PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA).

Baca Juga  IHSG Terjun 4% dalam Sejam, Terancam Jebol ke 6.378: Ini Kata Analis Soal Antisipasinya
headline IHSG Moody's Danantara Rupiah Rp18000 Saham Pilihan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Bantah Fiskal Jadi Biang Kerok
Next Article Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK Setelah Sempat jadi Buronan

Berita Lainnya

IHSG Ambles ke Level Terendah Sejak 2020, Krisis Kepercayaan Investor Jadi Sorotan

04 Juni 2026 / 10:06 WIB

Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK Setelah Sempat jadi Buronan

04 Juni 2026 / 09:30 WIB

Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Bantah Fiskal Jadi Biang Kerok

04 Juni 2026 / 08:59 WIB

IHSG Menuju Area 5.755, Tekanan Rupiah dan Arus Dana Asing Bayangi Pasar

04 Juni 2026 / 08:33 WIB

Prabowo Peringatkan SPPG: Program MBG Jangan Jadi Ajang Memperkaya Diri

04 Juni 2026 / 08:00 WIB

IHSG Ambrol 4%, FTSE dan MSCI Jadi Ujian Berikutnya bagi Kredibilitas Pasar Indonesia

04 Juni 2026 / 07:30 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Penggalangan Dana Pasar Modal Tembus Puluhan Triliun, Partisipasi Investor Terus Meningkat

Gusti Tetiro04 Maret 2026 / 08:15 WIB

IHSG Ambles ke Level Terendah Sejak 2020, Krisis Kepercayaan Investor Jadi Sorotan

04 Juni 2026 / 10:06 WIB

Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK Setelah Sempat jadi Buronan

04 Juni 2026 / 09:30 WIB

Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, IHSG dan Pasar Keuangan Kian Tertekan

04 Juni 2026 / 09:22 WIB

Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Bantah Fiskal Jadi Biang Kerok

04 Juni 2026 / 08:59 WIB

IHSG Menuju Area 5.755, Tekanan Rupiah dan Arus Dana Asing Bayangi Pasar

04 Juni 2026 / 08:33 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.