Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Purbaya Hidupkan Lagi Bond Stabilization Fund, Pemerintah Siaga Redam Lonjakan Yield SBN

Purbaya Hidupkan Lagi Bond Stabilization Fund, Pemerintah Siaga Redam Lonjakan Yield SBN

Market Gusti Tetiro07 Mei 2026 / 09:20 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di Washington Amerika Serikat (Foto: Tutur/Kemenkeu)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  Pemerintah mulai menyiapkan langkah agresif untuk menjaga stabilitas pasar obligasi di tengah lonjakan yield Surat Berharga Negara (SBN). Akankah kebijakan Bond Stabilization Fund (BSF) menjadi senjata baru untuk menahan tekanan bunga utang dan menjaga arus modal asing tetap bertahan di Indonesia?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang mengaktifkan kembali kebijakan Bond Stabilization Fund (BSF), instrumen yang sebelumnya sempat disiapkan pemerintah namun tidak pernah dijalankan secara aktif.

Langkah ini muncul setelah yield SBN Indonesia terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Hingga 26 April 2026, imbal hasil SBN tenor acuan tercatat mencapai 6,76%, naik signifikan dari kisaran 5,9% sebelumnya. Kenaikan yield ini memperlebar spread terhadap obligasi pemerintah Amerika Serikat yang berada di level 4,39%.

Menurut Purbaya, lonjakan yield perlu diantisipasi karena berpotensi meningkatkan beban bunga utang negara sekaligus memicu tekanan di pasar keuangan domestik.

“Saya punya Bond Stabilization Fund sendiri, itu bukan hal yang baru. Namun tidak pernah dijalankan, artinya ada tetapi mati. Saya mau hidupkan kembali,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

BSF bekerja melalui mekanisme pembelian kembali (buyback) SBN di pasar sekunder saat terjadi tekanan jual besar-besaran. Ketika pemerintah membeli obligasi, permintaan meningkat sehingga harga SBN terdorong naik dan yield turun.

Strategi ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasar obligasi sekaligus menahan potensi capital outflow. Dalam kondisi yield naik tajam, harga obligasi akan jatuh dan memicu capital loss bagi investor institusi, yang pada akhirnya dapat memperbesar arus keluar dana asing.

“Kalau yield naik harga bond jatuh. Kalau bond jatuh ada capital loss. Itu memicu dana keluar. Kalau saya jaga bond di bawah maka tidak ada modal asing yang keluar,” kata Purbaya.

Baca Juga  Kepercayaan Publik kepada Presiden Prabowo Digerogoti Level Pelaksana

Meski demikian, pemerintah menegaskan langkah ini bukan sinyal kondisi krisis. Aktivasi BSF disebut lebih sebagai langkah preventif untuk menjaga stabilitas sektor keuangan dan nilai tukar rupiah di tengah volatilitas global yang meningkat.

Saat ini, pemerintah masih membahas sumber anggaran untuk mendukung aksi buyback tersebut, termasuk koordinasi lebih lanjut dengan Bank Indonesia.

Bond Stabilization Fund headline pasar obligasi Indonesia purbaya yudhi sadewa yield SBN
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleJadwal Final Liga Champions 2026: Arsenal vs PSG di Budapest
Next Article Pertamina Gandeng LanzaTech Kembangkan Teknologi Ubah Sampah Jadi Energi

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Bertemu Kapolri, Jaksa Agung Tegaskan Tidak Ada Rivalitas Penegakkan Hukum

Ahmad Nuryaman13 Juli 2026 / 17:33 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.