Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Nasional»“PTN Terlalu Rakus!” Didik Rachbini Desak DPR Audit dan Batasi Kuota Mahasiswa Negeri

“PTN Terlalu Rakus!” Didik Rachbini Desak DPR Audit dan Batasi Kuota Mahasiswa Negeri

Nasional Adi P15 April 2026 / 00:25 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Rapat Dengar Pendapat antara Pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dengan Komisi X DPRRI Selasa (14/4/2026). (Foto: Tutur/Dok Didik J Rachbini)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini, melontarkan kritik keras terhadap ekspansi penerimaan mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) bersama Komisi X DPR RI, Selasa (14/4/2026). Ia menilai praktik tersebut telah melampaui batas kewajaran dan mengancam keberlangsungan perguruan tinggi swasta (PTS).

Dalam keterangan yang diterima redaksi Tutur usai RDPU, Didik menegaskan bahwa keadilan ekosistem pendidikan tinggi harus dijaga antara peran negara dan masyarakat. Namun, menurutnya, kondisi saat ini justru timpang. “Satu kata: terlalu, jika PTN masih terus memacu penerimaan mahasiswanya di luar kewajaran dalam jumlah besar,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa praktik tersebut akan “merusak ekosistem pendidikan tinggi dan menyingkirkan peran masyarakat, dalam hal ini PTS.”

Didik bahkan menyebut situasi ini sebagai bentuk persaingan yang tidak sehat. “Ketiadaan peran negara menghadapkan PTN dan PTS bersaing liberal, yang satu mematikan yang lain (cut throat competition),” katanya. Menurutnya, tanpa regulasi yang tegas, PTN berpotensi bertindak semena-mena dalam menarik mahasiswa dalam jumlah besar.

Ia menegaskan bahwa negara—melalui kementerian terkait dan DPR—harus hadir sebagai pengatur utama. “Tanpa peran negara, PTN akan bertindak semena-mena, semau gue dan merusak peran masyarakat,” ujar Didik, seraya mengingatkan bahwa kontribusi PTS telah berlangsung sejak sebelum kemerdekaan melalui organisasi seperti NU dan Muhammadiyah.

Selain soal kuota mahasiswa, Didik juga menyoroti ketimpangan dalam pengelolaan dana pendidikan. Ia menilai PTN selama ini menikmati anggaran negara sekaligus menghimpun dana dari masyarakat. “Selama ini PTN sebagai lembaga negara melakukan penghimpunan dana masyarakat di luar mekanisme APBN. Itu harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Karena itu, ia mendesak DPR untuk mengambil langkah konkret. “Sebaiknya DPR meminta BPK melakukan secara khusus audit investigasi,” ujarnya. Ia menambahkan, jika PTN tetap menghimpun dana masyarakat, maka distribusi dana APBN harus dibagi lebih adil antara PTN dan PTS, termasuk untuk gaji dosen, infrastruktur, hingga penelitian.

Baca Juga  Mudik Lebaran Tanpa Stres: Rahasia Menikmati Pulkam Tanpa Tekanan Sosial dan Dompet Jebol

Didik juga mengingatkan bahwa dominasi PTN yang berlangsung selama puluhan tahun telah menciptakan keunggulan struktural yang tidak seimbang. Jika ekspansi mahasiswa terus dilakukan tanpa kontrol, maka PTS berpotensi kehilangan mahasiswa secara signifikan dan perlahan tersingkir.

Ia kemudian mendorong adanya diferensiasi peran antara PTN dan PTS sebagai solusi jangka panjang. PTN, menurutnya, harus difokuskan pada pengembangan riset dan kualitas global, sementara PTS diperkuat untuk memperluas akses pendidikan di daerah dan segmen masyarakat yang lebih luas.

Di akhir pernyataannya, Didik menegaskan bahwa pembatasan mahasiswa PTN bukanlah pembatasan akses, melainkan upaya menjaga keseimbangan sistem. “Pembatasan mahasiswa PTN bukan untuk membatasi akses, tetapi untuk memastikan keadilan, kualitas, dan keberlangsungan seluruh ekosistem pendidikan tinggi,” ujarnya.

Didik J Rachbini headline Kuliah mahasiswa Mendikti Pendidikan Nasional Protes PTS PTN dan PTS Pts Rektorat
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSiap Hadapi Tekanan Anfield, Enrique: PSG Datang Bukan Sekadar Bertahan
Next Article Arab Saudi Desak AS Hentikan Blokade Selat Hormuz

Berita Lainnya

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 08:57 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Purbaya ke Prabowo: Ada Ekonom Bilang RI Sudah Resesi, “Tinggal Tunggu Hancurnya”

Gusti Tetiro14 Maret 2026 / 09:38 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.