Liverpool (Tutur.co.id) – Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, memastikan timnya siap menghadapi tekanan besar saat bertandang ke markas Liverpool di Anfield pada leg kedua perempat final Liga Champions UEFA, Rabu (15/4/2026) pukul 02.00 WIB.
Datang dengan keunggulan agregat 2-0, PSG berada di posisi lebih menguntungkan. Namun, Enrique menolak menganggap hasil tersebut sebagai jaminan lolos. Ia justru menilai pertandingan di Anfield akan berjalan sangat ketat dan penuh tekanan, mengingat kekuatan Liverpool saat bermain di kandang.
“Kami tahu akan ada momen-momen sulit. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat ketat,” ujar Enrique.
Pelatih asal Spanyol itu mengingatkan bahwa dalam sepak bola modern, situasi bisa berubah dalam waktu singkat. Ia menilai keunggulan dua gol bisa dengan cepat tergerus jika timnya lengah, terutama menghadapi atmosfer Anfield yang dikenal mampu mengangkat performa tuan rumah.
“Dalam lima menit, Anda bisa mencetak dua gol atau justru kebobolan dua gol. Kami harus fokus sejak awal,” katanya.
Laga ini juga menjadi kunjungan kedua PSG ke Anfield dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Pada pertemuan sebelumnya di babak 16 besar musim lalu, PSG berhasil lolos secara dramatis setelah menang adu penalti, usai agregat imbang 1-1.
Meski memiliki kenangan positif, Enrique menegaskan bahwa pendekatan timnya tidak akan berubah. Ia menolak strategi bertahan total dan menegaskan PSG tetap akan bermain untuk menang.
“Kami memiliki pola pikir yang sama seperti tahun lalu. Kami datang untuk memenangkan pertandingan, bukan sekadar bertahan,” ujarnya.
Dengan keunggulan agregat di tangan, PSG hanya membutuhkan hasil imbang untuk melangkah ke semifinal. Namun, menghadapi Liverpool di Anfield, Enrique memahami bahwa ujian sesungguhnya bukan hanya soal skor, melainkan kemampuan menjaga konsistensi dan mentalitas di tengah tekanan tinggi.

