Madrid (Tutur.co.id) – Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Real Madrid sepakat mengakhiri perseteruan hukum mengenai proyek Liga Super Eropa. Kompetisi ini memicu kontroversi besar dalam sepak bola Eropa.
Kabar itu diumumkan bersama oleh UEFA, Real Madrid, dan European Football Clubs (EFC), Rabu, 11 Februari 2026. UEFA dan Madrid menyatakan sudah sepakat secara prinsip setelah melalui pembicaraan berbulan-bulan.
Kesepakatan itu menegaskan prinsip prestasi olahraga tetap dihormati demi menjaga keselamatan sepak bola klub di Eropa.
“Kesepakatan prinsip ini juga akan menjadi dasar penyelesaian sengketa hukum terkait Liga Super Eropa, setelah prinsip-prinsip tersebut dijalankan dan diimplementasikan,” kata mereka seperti dilansir ESPN.
Oktober 2025, Real Madrid menuntut kompensasi dari UEFA setelah Pengadilan Regional Madrid menolak banding UEFA, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), dan LaLiga terkait proyek Super League.
Real Madrid adalah salah satu dari 12 klub elite Eropa yang mendukung pembentukan kompetisi tandingan Liga Champions pada 2021. Namun, dukungan terhadap kompetisi kontroversial itu runtuh hanya dalam hitungan hari akibat tekanan besar dari suporter dan pemerintah berbagai negara.
Enam klub Liga Inggris yang semula terlibat memilih mundur dan diikuti klub-klub lain. Real Madrid dan Barcelona menjadi dua klub terakhir yang masih mendukung proyek itu.
Namun, Barcelona akhirnya resmi mundur dari proyek itu pekan lalu. Sehingga Real Madrid menjadi satu-satunya klub yang masih mendukung gagasan tersebut.
Upaya menghidupkan kembali konsep kompetisi tandingan tersebut kembali muncul pada Desember 2024 melalui proposal bertajuk “Unify League”. Kompetisi itu akan melibatkan 96 klub dalam empat divisi.
Gagasan itu kembali gagal mendapatkan dukungan luas. Karena, ditolak keras oleh liga-liga besar seperti Liga Spanyol dan Liga Inggris. Dengan tercapainya kesepakatan ini, konflik panjang antara UEFA dan Real Madrid terkait Liga Super Eropa resmi berakhir.

