Jakarta (tutur.co.id) – Presiden Prabowo Subianto baru saja menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizin Nasional (BGN) menggantikan posisi Dadan Hindayana. Sebelumnya Nanik menjabat sebagai wakil kepala BGN. Berikut profil Nanik S Deyang.
Lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968, Nanik S Deyang memulai kariernya sebagai wartawan sebelum kemudian dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis di pemerintahan Indonesia.
Ia pernah menjadi wartawan di Tabloid Bangkit dan kemudian aktif memimpin berbagai media nasional di bawah Kelompok Media Peluang (KMP), termasuk majalah Femme, tabloid Info Kecantikan, Info Kuliner, hingga The Politic.
Kiprahnya di dunia pers membuatnya dikenal sebagai sosok yang vokal terhadap isu sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
Selain aktif sebagai jurnalis, Nanik juga terlibat dalam berbagai organisasi sosial. Ia tercatat sebagai Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, perempuan, dan anak-anak.
Pada 2024, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Kariernya terus berkembang hingga pada 2025 ia diangkat menjadi Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) dan kemudian dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang membidangi komunikasi publik dan investigasi.
Nanik S Deyang merupakan alumni Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Sejumlah sumber juga menyebut ia melanjutkan pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada pada bidang kehutanan.
Sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik menjadi salah satu figur publik yang sering menyampaikan perkembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
Tak heran jika namanya justru lebih banyak dikenal karena kerap menghiasi media-media. Nanik menjadi orang pertama yang akan sibuk tampil di media saat program unggulan Presiden Prabowo tersebut menemukan masalah-masalah di lapangan.
Kini ia menjadi orang nomor satu di BGN setelah Dadan dan dua wakilnya, Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung juga ikut dicopot Presiden Prabowo.

