Jakarta (tutur.co.id) – Presiden Prabowo Subianto tak hanya mencopot Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dua wakil kepala BGN, Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung juga ikut dicopot.
Jika posisi Dadan gantikan sosok Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala BGN yang membidangi Komunikasi Publik dan Investigasi, maka untuk posisi Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung akan diisi oleha Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Profil Agustina Arumsari
Agustina sendiri akan mengisi posisi Wakil Kepala BGN yang ditinggalkan Nanik S. Deyang. Agustina Arumsari adalah alumni STAN dan selama ini dikenal sebagai ekonom senior.
Setelah lulus Diploma Tiga STAN, ia kemudian melanjutkan kembali D4 di kampus yang sama yang diselesaikan tahun 1998. Ia kemudian meneruskan jenjang Strata 2 di Universitas Indonesia dan mendapat gelar Magister Hukum pada 2014.
Kariernya sebagai pengawas keuangan dimulai sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di Perwakilan BPKP Sumatera Barat. Kariernya moncer dan sempat ditunjuk sebagai Direktur Investigasi Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah 2017.
Dua tahun kemudian dia diangkat sebagai Direktur Investigasi III, dan menjadi Deputi Kepala BPKP bidang Investigasi pada 2020. Pada 19 Februari 2025, Agustina Arumsari dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi Wakil Kepala BPKP.
Kini dia kembali dipercaya mengawal program prioritas makan bergizi gratis (MBG) Prabowo sebagai Wakil Kepala BGN.
Profil Mayjen TNI Trenggono
Selain menunjuk Agustina Arumsari, Presiden Prabowo juga menunjuk Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebelum dipercaya memperkuat BGN, Trenggono diketahui menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Ia juga memiliki pengalaman di dunia pendidikan militer sebagai Direktur Umum Akademi Militer (Akmil).
Pria kelahiran 21 November 1969 ini mengawali karier militernya di Korps Infanteri Kopassus setelah lulus Akmil pada 1993. Beberapa jabatan strategis di dunia militer pernah dipikul mulai dari Pa Sahli Tk III Bidang Komsos Panglima TNI hingga Staf Khusus Panglima TNI.
Pada Mei 2025, Trenggono termasuk dalam jajaran perwira tinggi yang memperoleh kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal TNI.

