Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Langkah Bersejarah: Trump Resmi Coret Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme
  • PHE OSES Mulai CEOR Offshore Pertama di Indonesia
  • Misteri Penjagaan Rumah Jampidsus Terjawab, Kapuspen TNI: Ini Permintaan Resmi Kejagung!
  • PHE OSES Mulai Terapkan CEOR Offshore Pertama di Indonesia di Lapangan Rama
  • Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Kembali Diperiksa KPK Kasus Gratifikasi
  • Profil Jampidsus Febrie Adriansyah: Daftar Kasus Besar yang Pernah Ditangani
  • Baterai Kendaraan Listrik Makin Canggih: Terbaru! Ngecas Hanya Butuh 6 Menit
  • New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur! Desain Makin Sporty, Fitur Semakin Lengkap
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»PM Kanada Mark Carney Ingin Kurangi Ketergantungan Militer pada AS

PM Kanada Mark Carney Ingin Kurangi Ketergantungan Militer pada AS

Internasional Deba Salamah13 April 2026 / 03:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Perdana Menteri Kanada Mark Carney. (ANTARA/Anadolu/py)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ottawa (Tutur.co.id) – Perdana Menteri Mark Carney menegaskan arah baru kebijakan negaranya dengan berkomitmen mengurangi ketergantungan jangka panjang terhadap Amerika Serikat, khususnya dalam belanja dan pengadaan militer.

Pernyataan itu disampaikan Carney dalam konvensi nasional Partai Liberal di Montreal pada Sabtu (11/4/2026). Di hadapan para peserta, ia menegaskan bahwa pola lama yang membuat Kanada sangat bergantung pada AS tidak lagi relevan.

“Masa ketika militer kami mengirim 70 sen dari setiap dolar ke Amerika Serikat telah berakhir,” ujarnya, disambut tepuk tangan.

Carney menekankan pentingnya memperkuat kedaulatan ekonomi sekaligus menjaga persatuan nasional. Pemerintah Kanada, menurutnya, akan mengutamakan penggunaan bahan baku dan tenaga kerja domestik dalam berbagai proyek strategis.

“Kami akan membangun Kanada yang kuat dengan baja Kanada, aluminium Kanada, kayu Kanada, dan pekerja Kanada,” katanya.

Langkah tersebut juga tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan perdagangan dengan Washington, terutama setelah kebijakan tarif yang diberlakukan di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Carney menyebut tarif tersebut sebagai ancaman langsung bagi ekonomi Kanada.

Meski demikian, ia menilai tantangan jangka panjang yang lebih besar adalah menjaga kesatuan nasional di tengah dinamika global yang berubah cepat.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah Kanada mengusung kebijakan “Buy Canadian” yang bertujuan memperkuat komunitas lokal dan mengurangi ketergantungan pada pasar eksternal. Carney bahkan menargetkan ekspor non-AS dapat meningkat dua kali lipat dalam satu dekade ke depan.

Langkah ini juga tercermin dalam strategi industri pertahanan terbaru Kanada, yang berupaya mendiversifikasi kemitraan di luar AS, termasuk mempererat hubungan dengan negara-negara Uni Eropa dan Inggris.

Saat ini, hampir setengah produksi pertahanan Kanada ditujukan untuk ekspor, dengan sekitar 69 persen masih mengalir ke AS dan mitra dalam aliansi Five Eyes, yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

Baca Juga  Trump: Harga Minyak Naik Untungkan AS, Tapi Prioritasnya Hentikan Nuklir Iran

Ke depan, Ottawa menargetkan peningkatan porsi kontrak pertahanan untuk perusahaan domestik hingga 70 persen, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas industri nasional.

Amerika Serikat Kanada Mark Carney Militer
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGarnacho Beberkan Alasan Tinggalkan Manchester United
Next Article KPK Ungkap Modus Pemerasan Bupati Tulungagung: Sangat Mengerikan

Berita Lainnya

Langkah Bersejarah: Trump Resmi Coret Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme

09 Juli 2026 / 15:50 WIB

Prabowo dan Narendra Modi Sepakat Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina

07 Juli 2026 / 22:41 WIB

Narendra Modi Terima Bintang Adipurna dari Prabowo

07 Juli 2026 / 22:24 WIB

Indonesia-India Teken 15 Kesepakatan, Rudal BrahMos hingga Pendirian Kampus

07 Juli 2026 / 22:05 WIB

Dibantai Belgia 4-1, Langkah Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 Terhenti

07 Juli 2026 / 10:05 WIB

PM Singapura Ajak Siswa Sekolah Garuda Bertukar Pelajar

07 Juli 2026 / 09:33 WIB
Form Komentar Cancel Reply

IHSG Diprediksi Melemah Awal Pekan, Ini Daftar Saham Pilihan dari 2 Sekuritas Pelat Merah

Gusti Tetiro20 April 2026 / 08:10 WIB

Langkah Bersejarah: Trump Resmi Coret Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme

09 Juli 2026 / 15:50 WIB

PHE OSES Mulai CEOR Offshore Pertama di Indonesia

09 Juli 2026 / 15:27 WIB

Misteri Penjagaan Rumah Jampidsus Terjawab, Kapuspen TNI: Ini Permintaan Resmi Kejagung!

09 Juli 2026 / 15:07 WIB

PHE OSES Mulai Terapkan CEOR Offshore Pertama di Indonesia di Lapangan Rama

09 Juli 2026 / 15:05 WIB

Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Kembali Diperiksa KPK Kasus Gratifikasi

09 Juli 2026 / 14:53 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.