Washinton (tutur.co.id) — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa kenaikan harga minyak global justru memberikan keuntungan bagi Amerika Serikat, namun menegaskan bahwa prioritas utamanya tetap mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Dalam pernyataannya di media sosial Truth Social, Kamis 12 Maret 2026, Trump menyebut Amerika Serikat sebagai produsen minyak terbesar di dunia, sehingga kenaikan harga energi global secara langsung meningkatkan pendapatan negara tersebut.
“Amerika Serikat, dengan selisih jauh, adalah produsen minyak terbesar di dunia. Jadi ketika harga minyak naik, kami menghasilkan banyak uang,” tulis Trump.
Berdasarkan pantauan redaksi Tutur, pada aplikasi TradingView, harga minyak mentah dunia WTI (West Texas Intermediate) Crued Oil pada Jumat (13/3) pukul 10.40 WIB turun 1,14% ke harga 93,745 dollar pe barel.
Trump menegaskan bahwa keamanan global jauh lebih penting daripada keuntungan ekonomi dari minyak. Ia menyebut upaya mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dalam unggahan yang sama, Trump menyebut Iran sebagai “sebuah kekaisaran jahat” dan memperingatkan bahwa kepemilikan senjata nuklir oleh Teheran dapat memicu kehancuran di Timur Tengah bahkan dunia.
“Hal yang jauh lebih penting bagi saya sebagai presiden adalah mencegah sebuah kekaisaran jahat—yaitu Iran—mendapatkan senjata nuklir serta mencegah kehancuran Timur Tengah dan pada akhirnya dunia. Saya tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi,” tulisnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang juga mendorong lonjakan harga minyak global dalam beberapa waktu terakhir.

