Islamabad (tutur.co.id) – Amerika Serikat dan Iran rencananya akan kembali bertemu di Islamabad, Pakistan dengan tajuk perundingan damai jilid 2. Perundingan ini digelar setelah sebelumnya kedua belah pihak tak menemukan titik temu.
Sadar batas gencatan senjata yang akan segera berakhir pada 22 April 2026 mendatang, AS mencoba membujuk Iran untuk kembali duduk bersama. Delegasi Washington saat ini telah berada di Islamabad Pakistan. Delegasi Teheran sendiri sempat dikabarkan tak berniat datang.
Lalu apakah tim negosiator yang dikirim Presiden Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei masih sama orang-orangnya dengan perundingan jilid 1? Al Jazeera pada Senin 20 April 2026 ini membocorkan anggota tim negosiator Amerika Serikat dan Iran yang bertemu di Islamabad.
Delegasi AS
Wakil Presiden AS, JD Vance masih menjadi ujung tombak tim negosiator Washington. Pria 41 tahun ini juga menjadi kepala delegasi AS di perundingan pertama pada 11 April lalu. Lulusan Marine dan Yale Law School ini sejatinya juga telah kenyang dengan meja perundingan. Termasuk saat AS menginvansi Irak.
Lalu juga ada nama Jared Kushner. Menantu Donald Trump ini juga ikut dalam rombongan delegasi AS pada 11 April lalu. Pria 45 tahun ini memang tak punya jabatan penting dalam pemerintahan Trump, namun statusnya sebagai lingkaran dalam Trump membuatnya terasa spesial dalam urusan-urusan penting AS. Ia juga punya pengalaman tak langsung dalam negosiasi dengan Iran di Oman pada awal tahun ini.
Lalu orang ketiga yang masuk delegasi Paman Sam adalah Steve Witkoff. Investor dan rekan main golf Donald Trump ini memang menjadi teman diskusi Kushner terkait dengan masalah Iran. Kedekatannya dengan keluarga Trump membuat sosoknya selalu dilibatkan dalam urusan penting negara Paman Sam.
Delegasi Iran
Yang pertama ada nama Mohammad Bagher Ghalibaf. Pria 64 tahun ini tercatat sebagai kepala jubir parlemen Iran dan juga masuk dalam rombongan delegasi saat perundingan pertama di Islamabad. Dia juga tercatat sebagai politikus konservatif garis keras dan punya background panjang di dunia militer dan pertahanan.
Lalu yang kedua ada nama Abbas Araghchi. Pria 63 tahun ini merupakan Menteri Luar Negeri Iran. Abbas Araghchi dikenal sebagai akademisi sekaligus veteran dalam perpolitikan Iran. Ia mendapat gelar doktor dari University of Kent, Inggris. Namun yang paling menarik, Araghchi dikenal sebagai negosiator paling lihai Iran termasuk terkait perundingan nuklir pada 2015 silam.
Kini mata dunia akan tertuju ke Islamabad. Pasalnya, perundingan jilid 2 ini digadang-gadang akan menjadi penentu dalam konflik di Timur Tengah. Apabila kembali menemui jalan buntu, maka kemungkinan besar perang besar akan kembali terjadi.

