Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Energi & Tambang»Indonesia Gandeng Toyota Motor Asia Kembangkan Bioethanol di Lampung

Indonesia Gandeng Toyota Motor Asia Kembangkan Bioethanol di Lampung

Energi & Tambang Rizky Alfiantiko20 April 2026 / 18:38 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Logo Toyota (Foto: Tutur/Toyota)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Lampung (tutur.co.id) – Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama strategis dengan Toyota Motor Asia untuk investasi bioethanol. Langkah ini menjadi bagian dari percepatan transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan. Fokusnya tentu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor.

Melalui anak usaha energi terbarukan milik Pertamina, pembahasan dilakukan bersama Toyota Tsusho, perusahaan dagang utama dari Toyota Group yang berfokus pada otomotif, mesin, logam, energi, dan kimia. Proyek ini direncanakan berlokasi di Lampung yang dinilai strategis untuk pengembangan biofuel.

Kehadiran proyek ini diharapkan mendorong pertumbuhan industri energi hijau di kawasan Sumatra.
Pabrik bioethanol tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 60.000 kiloliter per tahun. Jika kesepakatan tercapai, pembangunan akan dimulai pada paruh kedua 2026. Produksi diproyeksikan mulai berjalan pada 2028.

Sebagai penopang bahan baku, akan dikembangkan perkebunan sorgum seluas 6.000 hektar. Tanaman ini dipilih karena efisien dan cocok sebagai sumber bioethanol berbasis biomassa. Langkah ini juga memperkuat ekosistem energi terbarukan berbasis sumber daya lokal.

Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai 200 hingga 300 juta dolar AS. Selain itu, Asosiasi riset Jepang yang disebut dengan Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels(raBit) turut terlibat dalam pembahasan. Kolaborasi lintas negara ini memperkuat arah pengembangan teknologi bahan bakar masa depan.

Dari sisi otomotif, bioethanol yang dihasilkan berpotensi digunakan pada kendaraan Toyota. Hal ini membuka peluang integrasi antara sektor energi dan transportasi yang lebih ramah lingkungan. Namun, pembahasan kerja sama masih berlangsung dan belum mencapai tahap final.

Pemerintah Indonesia menargetkan penerapan campuran bioethanol sebesar 10 persen dalam bensin pada 2028. Kebijakan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong penggunaan energi terbarukan secara luas. Secara keseluruhan, proyek ini mencerminkan arah baru industri energi nasional yang lebih berkelanjutan dan kompetitif.

Baca Juga  Indonesia Tawarkan Peluang Besar Investasi Hulu Migas, Gandeng Investor dan Penyedia Teknologi Global
bioetanol Indonesia darurat energi Energi energi terbarukan toyota
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePerundingan Damai Jilid II di Pakistan, Berikut Nama-nama Delegasi AS dan Iran
Next Article Video: Sebut Campak Lebih Menular dari Covid-19, Menkes Ingatkan Imunisasi Jadi Kunci

Berita Lainnya

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Bantah Isu Transporter Mogok Salurkan BBM

17 Juli 2026 / 17:49 WIB

Distribusi BBM Sumatera Utara Pulih, Antrean Menyusut dan Pasokan Aman Sentosa

17 Juli 2026 / 17:23 WIB

BBM Langka di Sumatera Utara, Komisi XII DPR RI Desak Pertamina Gerak Cepat

17 Juli 2026 / 15:48 WIB

Skema Ketat di Balik Solar Murah Kapal 30-200 GT

17 Juli 2026 / 15:34 WIB
Form Komentar Cancel Reply

PSSI Tak Ajukan Banding dan Siap Bayar Denda ke AFC

Deba Salamah10 Februari 2026 / 05:22 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.