Jakarta (Tutur.co.id) – Presiden Prabowo Subianto telah menggelar pertemuan dengan para mantan presiden dan eks wakil presiden serta para mantan Menteri luar negeri di Istana pada Selasa 3 Maret 2026 lalu. Salah satu yang dibahas tentu keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).
Hal itu diungkapkan Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda. Menurut Hassan Wirajuda, Prabowo dan para tokoh membahas Board of Peace (BoP) terutama terkait dengan peristiwa terbaru di Iran.
“Kita bahas, tapi juga dalam konteks perkembangan mutakhir apakah dengan perang yang berkecamuk di Iran ini akan melemahkan posisi dan mandat BoP, kita akan berhitung lagi dari sisi itu,” kata Hassan.
Menurut Hassan, Presiden membuka ruang dialog dan meminta masukan dari para tokoh yang hadir. “Kita masing-masing mencoba memberikan kontribusi pemikiran dan usul-usul dari para peserta,” kata dia.
Ia menegaskan, konflik di kawasan Teluk bukanlah yang pertama dalam beberapa dekade terakhir. “Di teluk ini sudah ada tiga kali terjadi perang dalam waktu 30 tahun terakhir,” ujarnya.
Hassan kemudian merinci tiga perang tersebut, mulai dari perang era Presiden Bush senior saat Irak menyerbu Kuwait, perang 2003 oleh Bush junior terhadap Irak, hingga konflik terbaru.
“Tragis memang kawasan ini menjadi lahan perang dan perang-perang besar yang membawa dampak besar bagi dunia karena sumber minyak dan gas banyak berasal dari wilayah ini, itu juga kita harus berhitung dampak terhadap kita apa,” pungkasnya.

