Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat terbatas pada perdagangan Jumat (10/4/2026), setelah ditutup naik 0,39% ke level 7.307,6 pada sesi sebelumnya.
Technical Analyst PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia Axmal Fauza menilai ruang penguatan indeks masih tertahan oleh sejumlah sentimen global dan domestik.
“IHSG berpeluang menguat terbatas. Laju indeks dapat tertahan pemangkasan proyeksi ekonomi Indonesia oleh Bank Dunia, keraguan atas rapuhnya gencatan senjata Timur Tengah, serta penantian data inflasi AS,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan tekanan terhadap nilai tukar masih membayangi. “Nilai tukar rupiah rawan melanjutkan pelemahan di rentang Rp17.000–Rp17.140 per dolar AS,” tambahnya.
Dari sisi komoditas, harga minyak dan emas cenderung menguat didorong ketegangan geopolitik dan permintaan aset safe haven, sementara tembaga melemah seiring meredanya kekhawatiran inflasi.
Sentimen pasar juga akan dipengaruhi rilis data penting, seperti inflasi China dan Amerika Serikat serta kepercayaan konsumen Indonesia.
Sementara itu, riset Sinarmas Sekuritas mencatat bursa Wall Street kembali menguat, dengan indeks Dow Jones naik 0,58%, S&P 500 menguat 0,62%, dan Nasdaq naik 0,83%, ditopang saham teknologi dan sektor konsumer.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah saham direkomendasikan untuk dicermati. PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia menyarankan beli EXCL dan SCMA, sementara Sinarmas Sekuritas merekomendasikan TAPG, ITMG, dan ENRG dengan pendekatan speculative buy.

