Jakarta (tutur.co.id) – Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPK-GBK) bersama Kementerian Sekretariat Negara akan mengoptimalisasikan aset di kawasan Senayan, termasuk Blok 15 eks Hotel Sultan. Optimalisasi ini bertujuan memberikan manfaat ganda, baik dampak finansial maupun sosial bagi masyarakat.
“Bahwa nanti ke depan PPK-GBK bersama Kemensetneg tentu akan melaksanakan sesuai peraturan Menteri Keuangan dan juga peraturan perundangan yang berlaku atas aset ini. Kita wajib, PPKGBK dan Setneg untuk mengoptimalisasikannya,” ujar Direktur Utama PPK-GBK Rakhmadi Afif Kusumo di Hotel Sultan, Kamis 18 Juni 2026.
Rakhmadi menegaskan, pengelolaan aset negara ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial. Pihaknya berkomitmen memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dengan menyediakan ruang publik yang lebih luas di kawasan Senayan.
“Pastinya kita juga ingin memberikan dampak yang lebih positif kepada masyarakat seperti bertambahnya area-area yang dapat dimanfaatkan bersama masyarakat, termasuk yang ada di dalam blok 15 ini,” katanya.
Ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir dengan pengelolaan aset ini ke depan. PPKGBK akan bekerja sama dengan pemerintah untuk menghadirkan ruang terbuka dan fasilitas yang bermanfaat bagi publik.
“Jadi yakinlah bahwa kami bersama masyarakat, kami juga bersama pemerintah ingin memberikan yang terbaik, baik dampak finansialnya maupun juga kepada dampak kehidupan yang lebih positif di area Senayan,” pungkas Rakhmadi.
Pengoptimalisasian aset ini merupakan tindak lanjut dari eksekusi pengosongan Blok 15 GBK yang telah ditetapkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Aset negara yang sebelumnya dikuasai pihak swasta kini kembali ke tangan negara untuk dikelola demi kepentingan publik.

