London (Tutur.co.id) – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, memastikan timnya tetap berada dalam kondisi mental yang kuat jelang fase penentuan musim, termasuk menghadapi leg kedua perempat final Liga Champions UEFA melawan Sporting CP di Emirates Stadium, Kamis (16/4) dini hari WIB.
Di tengah tekanan hasil yang belum stabil dan badai cedera yang melanda skuadnya, Arteta justru melihat peluang besar yang masih terbuka. Ia meminta para pemain untuk tampil tanpa rasa takut, dengan energi dan keyakinan penuh dalam memburu tiket ke semifinal.
“Kami tidak punya rasa takut. Semangat tinggi, itu yang ingin saya lihat dari para pemain, para suporter, dan diri saya sendiri,” ujar Arteta.
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa timnya tidak gentar menghadapi tekanan, baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Menurutnya, momen seperti ini adalah bagian dari perjalanan yang memang harus dilalui untuk meraih prestasi besar.
“Kami berada di bulan April dengan peluang luar biasa di depan mata. Mari kita kejar itu. Apa yang kami coba capai memang sulit dan penuh tantangan, tetapi memang seharusnya seperti itu,” katanya.
Arsenal saat ini masih menjaga asa meraih trofi di dua kompetisi tersisa, setelah sebelumnya gagal di Piala Liga dan tersingkir dari Piala FA. Di Liga Champions, The Gunners membawa keunggulan agregat 1-0 atas Sporting, yang menjadi modal penting meski belum sepenuhnya aman.
Di kompetisi domestik, Arsenal juga berada di posisi terdepan dalam perburuan gelar Premier League dengan koleksi 70 poin dari 32 pertandingan. Namun, kekalahan 1-2 dari Bournemouth baru-baru ini membuat jarak dengan Manchester City di posisi kedua semakin menipis menjadi enam poin.
Situasi tersebut menambah tekanan jelang laga penting akhir pekan nanti, ketika kedua tim dijadwalkan bertemu dalam pertandingan yang berpotensi menentukan arah perebutan gelar.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Arteta menegaskan bahwa ambisi timnya tidak akan surut. Ia percaya Arsenal kini berada sangat dekat dengan sesuatu yang besar, asalkan mampu menjaga fokus dan keberanian di momen-momen krusial.

