Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Health»Menu Buka Puasa di 10 Hari Kedua: Saatnya Lebih Seimbang, Tidak Hanya Manis

Menu Buka Puasa di 10 Hari Kedua: Saatnya Lebih Seimbang, Tidak Hanya Manis

Health Galuh Parantri28 Februari 2026 / 16:30 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menu puasa sehat (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Menu puasa sehat (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id)- Memasuki 10 hari kedua Ramadan, tubuh Anda sebenarnya sudah mulai beradaptasi. Rasa lapar mungkin masih ada, tetapi tidak lagi seintens hari-hari pertama. Energi lebih stabil, ritme makan mulai terbentuk, dan sistem pencernaan sudah menyesuaikan pola baru.

Di fase inilah, pola makan saat berbuka sebaiknya ikut disesuaikan. Tidak lagi sekadar melepas dahaga dan membalas lapar dengan yang manis, tetapi mulai lebih seimbang dan sadar.

Tubuh Sudah Adaptasi, Pola Makan Perlu Menyusul
Pada awal puasa, lonjakan gula darah setelah berbuka memang terasa membantu. Minuman manis memberi sensasi segar dan energi cepat. Namun setelah memasuki pertengahan Ramadan, tubuh Anda sebenarnya sudah lebih efisien menggunakan cadangan energi.

Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, pola makan seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta serat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah rasa lelah berlebihan. Pola ini juga mendukung fungsi metabolisme agar tetap optimal.

Jika berbuka terlalu didominasi gula sederhana, lonjakan energi bisa terjadi cepat, tetapi penurunannya pun cepat. Akibatnya, tubuh mudah terasa lemas kembali beberapa jam kemudian.

Apa yang Perlu Mulai Diubah?
• Tetap mulai dengan yang ringan, tetapi tidak berlebihan
Kurma dan air putih tetap pilihan baik untuk berbuka. Namun batasi minuman dengan tambahan gula berlebihan.
• Tambahkan protein sejak awal makan
Setelah takjil ringan, usahakan menu utama mengandung sumber protein seperti telur, ayam, ikan, tahu, atau tempe.
• Perbanyak serat dari sayur dan buah
Serat membantu sistem pencernaan bekerja lebih stabil dan memperlambat penyerapan gula.
• Pilih karbohidrat kompleks
Nasi tetap boleh, tetapi perhatikan porsinya. Variasikan dengan sumber karbohidrat yang lebih kompleks agar rasa kenyang lebih bertahan.

Baca Juga  Harga Cabai di Pasar Induk Kramat Jati Mulai Turun

Contoh Menu Buka Puasa yang Lebih Seimbang
Agar lebih mudah diterapkan, berikut beberapa contoh menu yang bisa Anda pertimbangkan:

Opsi 1
Pembuka: 2–3 butir kurma dan air putih
Menu utama: Nasi merah, ayam panggang atau ikan bakar, tumis brokoli dan wortel
Pelengkap: Buah potong seperti pepaya atau melon

Opsi 2
Pembuka: Air putih dan potongan buah segar
Menu utama: Sup ayam dengan banyak sayuran dan kentang, ditambah tahu atau tempe
Pelengkap: Segelas infused water tanpa gula tambahan

Opsi 3
Pembuka: Kurma dan air putih
Menu utama: Nasi putih secukupnya, telur dadar sayur, lalapan segar, sambal dalam porsi wajar
Pelengkap: Semangka atau jeruk

Opsi 4 (lebih ringan untuk yang ingin tidak terlalu kenyang)
Pembuka: Air putih dan kurma
Menu utama: Salad sayur dengan tambahan ayam suwir atau telur rebus, ditambah roti gandum
Pelengkap: Yogurt tanpa gula tambahan

Menu-menu ini tidak harus sempurna. Prinsip utamanya adalah keseimbangan: ada karbohidrat, ada protein, ada serat, dan cukup cairan.

Mindful Eating di Pertengahan Ramadan
Pertengahan Ramadan sering menjadi momen refleksi. Ibadah mulai lebih stabil, ritme harian lebih teratur. Pola makan pun bisa menjadi bagian dari kesadaran itu.

Makan dengan perlahan, mengenali rasa kenyang, dan tidak tergesa-gesa mengambil porsi tambahan adalah langkah sederhana yang berdampak besar. Tubuh Anda sudah memberi sinyal adaptasi. Kini saatnya Anda meresponsnya dengan pilihan yang lebih bijak.

Menu buka puasa yang seimbang bukan berarti membatasi diri secara berlebihan. Justru ini cara menjaga energi agar tetap stabil hingga akhir Ramadan.

berbuka puasa menu buka puasa Ramadan serba-serbi Ramadan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIran Siaga Nasional Usai Serangan Israel, Teheran Diguncang Ledakan
Next Article Tak Hanya Kirim Rudal ke Teheran, Israel Juga Kirim Serangan Siber

Berita Lainnya

Resep MPASI untuk Bayi 6 Bulan ke Atas, Lengkap dengan Panduan Pemberian yang Tepat

24 Juni 2026 / 09:22 WIB

Jengkol dan Petai Mana yang Lebih Sehat? Kenali Perbedaan hingga Penyebab Bau Khasnya

23 Juni 2026 / 09:46 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dengan Bahan Sederhana, Mudah Dipraktikkan di Rumah

20 Juni 2026 / 09:22 WIB

Broken Home: Luka Keluarga yang Tak Selalu Terlihat, Tapi Berdampak Panjang

19 Juni 2026 / 09:14 WIB

Leunca, Lalapan Khas Sunda yang Disukai Banyak Orang, Ternyata Kaya Nutrisi

18 Juni 2026 / 09:02 WIB

5 Minuman yang Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Bukan Pembakar Lemak Instan

17 Juni 2026 / 09:11 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Di Hadapan PBB, Indonesia Kecam Serangan di Lebanon yang Tewaskan Tiga Prajurit TNI

Kristo Suryokusumo01 April 2026 / 12:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.