Teheran (tutur.co.id) — Status siaga nasional diberlakukan di Iran setelah serangan rudal yang dilancarkan Israel pada dini hari Sabtu, 9 Esfand 1404 menurut kalender Iran atau bertepatan dengan Sabtu 28 Februari 2026.
Pemerintah Israel menyebut operasi tersebut sebagai “serangan pencegahan”, sementara media pemerintah Iran mengonfirmasi sejumlah titik di Teheran menjadi sasaran.
Mengutip media-media resmi Iran, ledakan terdengar di berbagai wilayah ibu kota, termasuk kawasan pusat pemerintahan. Sejumlah laporan menyebut “Bait Rahbari” atau Kediaman Pemimpin Tertinggi diduga menjadi salah satu target, meski belum ada konfirmasi resmi mengenai tingkat kerusakan maupun dampaknya.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran menyatakan seluruh rumah sakit berada dalam kondisi siaga penuh. Ambulans dikerahkan ke pusat Teheran, sementara jumlah korban dan rincian lokasi terdampak masih dalam pendataan.
Dampak serangan meluas ke sektor sipil. Akses internet dilaporkan melambat dan sambungan telepon seluler maupun telepon tetap sempat terputus selama beberapa menit. Sebagian operator seluler masih mengalami gangguan. Otoritas penerbangan sipil juga menutup ruang udara Iran selama enam jam berdasarkan NOTAM resmi.
Aktivitas ekonomi turut terdampak. Perdagangan di Bursa Efek Teheran dihentikan dan banyak pusat perkantoran serta bisnis memilih tutup sementara. Media yang berafiliasi dengan struktur keamanan Iran menyebut situasi ini sebagai konflik dua arah, mengindikasikan potensi eskalasi lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, situasi masih berkembang cepat dengan sistem pertahanan dan respons darurat tetap diaktifkan. Pemerintah Iran meminta warga tetap tenang dan mengikuti arahan resmi otoritas setempat.

