Jakarta (Tutur.co.id) – TNI dan Polri tetap jadi tulang punggung pengamanan nasional. Kehadiran TNI dan Polri menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, salah satunya selama Ramadan dan Idul Fitri. Dengan demikian, masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.
“Baik TNI maupun Polri selalu hadir karena banyak hal yang juga saling berkaitan, misalnya dalam hal penanganan kelancaran lalu lintas, itu juga menjadi domain dari tugas teman-teman dari Kepolisian,” ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai Rapim TNI-Polri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Mensesneg menegaskan, meskipun tidak disampaikan secara khusus dalam forum Rapim, koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus dilakukan secara intensif. Dalam koordinasi tersebut, TNI dan Polri selalu dilibatkan memastikan stabilitas dan kelancaran berbagai aspek pelayanan publik.
“Secara spesifik arahan dari Bapak Presiden memang di dalam forum tadi tidak secara eksplisit beliau sampaikan, tetapi dalam berbagai forum kami di lintas kementerian dalam rangka persiapan bulan suci Ramadan dan persiapan Lebaran, kami terus berkoordinasi,” ujarnya Prasetyo Hadi.
Sementara itu mengenai Rapim TNI–Polri, menurut Prasetyo, merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dilaksanakan pada awal tahun. Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan langsung kepada jajaran pimpinan TNI dan Polri.
“Jadi setiap awal tahun selalu ada forum rapat pimpinan TNI maupun Polri. Dan hari ini, alhamdulillah Bapak Presiden dapat memberikan pengarahan dan kebetulan mengundang para pimpinan TNI dan Polri untuk mendapatkan pengarahan di Istana Merdeka, Jakarta,” kata Mensesneg.
Dalam Rapim tersebut, Presiden menekankan pentingnya peran TNI dan Polri sebagai institusi yang kuat, profesional, serta memiliki kedekatan dengan rakyat. Presiden juga menegaskan jati diri aparat negara sebagai Tentara Rakyat dan Polisi Rakyat.

