Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Politik»Menlu Sugiono: Dunia Islam Mitra Kunci Diplomasi Indonesia

Menlu Sugiono: Dunia Islam Mitra Kunci Diplomasi Indonesia

Politik Alpin Pulungan14 Januari 2026 / 16:14 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menlu Sugiono menegaskan dunia Islam sebagai mitra kunci diplomasi Indonesia, dengan pendekatan terencana dan kerja sama lintas sektor. Foto: Dok. Kemlu.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Di tengah dinamika global yang semakin pragmatis, Indonesia melihat kerja sama antarnegara berkembang sebagai ruang penting untuk menjaga kepentingan bersama. Presidensi Indonesia di Kelompok Kerja Sama Ekonomi D-8 dipandang sebagai upaya mendorong kolaborasi Global South agar tidak semata bergerak dalam logika transaksional, melainkan membangun ketahanan bersama.

Presidensi Indonesia di D-8 dinilai memberi contoh bahwa kerja sama negara berkembang tidak harus selalu tunduk pada logika transaksional. Menteri Luar Negeri Sugiono melihat forum itu sebagai ruang bagi negara-negara Selatan untuk saling menopang, berbagi kepentingan, dan memperkuat ketahanan kolektif di tengah tekanan global yang tak selalu ramah.

Cara pandang itu pula yang membentuk bagaimana Indonesia memposisikan diri di hadapan dunia Islam. Bagi Sugiono, relasi ini bukan tempelan, apalagi sekadar simbolik. Ia menempatkan dunia Islam sebagai mitra strategis yang perlu dikelola dengan keseriusan, arah yang jelas, dan lintas sektor.

“Bagi Indonesia, dunia Islam adalah mitra kunci yang perlu dikelola secara fokus, terencana, dan lintas sektor,” kata Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu 14 Januari.

Pendekatan tersebut, menurut Sugiono, tidak lahir dari ruang hampa. Indonesia membawa modal besar sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sekaligus pengalaman panjang mengelola keberagaman dan moderasi. Modal itu memberi posisi tawar, tapi juga memikul tanggung jawab.

“Modalitas ini memberi Indonesia kredibilitas, sekaligus tanggung jawab untuk membentuk kerja sama dengan dunia Islam secara lebih substantif,” ujarnya.

Di balik kebijakan besar itu, Sugiono menyebut peran Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta yang konsisten mengawal penguatan relasi Indonesia dengan dunia Islam. Anis menyusun peta jalan diplomasi yang tidak berhenti di seremoni, tetapi dirancang berjangka panjang dan diarahkan pada hasil nyata. Diplomasi, dalam kerangka ini, tidak lagi berhenti di meja pertemuan, melainkan harus berujung pada manfaat konkret.

Baca Juga  Prabowo: Kita Bersahabat dan Berhubungan Baik dengan Semua Bangsa

“Diplomasi Indonesia di dunia Islam juga kita terjemahkan dalam langkah konkret,” lanjut Sugiono.

Salah satu langkah yang kini disiapkan adalah pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi. Gagasan ini dirancang untuk menjawab persoalan klasik jemaah haji Indonesia, mulai dari akomodasi hingga pelayanan di Tanah Suci. Negara hadir bukan hanya sebagai pengirim jemaah, tetapi sebagai pengelola yang memastikan warganya mendapat layanan yang layak.

“(Kampung Haji) sebagai bagian dari penguatan kapasitas negara. Sebagai bentuk dan wujud dari kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas bagi jemaah haji dan umrah Indonesia,” jelas Sugiono.

Namun, bagi Kementerian Luar Negeri, hubungan dengan dunia Islam tidak boleh berhenti pada urusan pelayanan jemaah. Di berbagai kawasan, krisis kemanusiaan masih berlangsung tanpa jalan keluar yang jelas. Dalam konteks inilah Indonesia menempatkan sikap politiknya.

“Dan Gaza adalah contoh dari kenyataan baik tersebut. Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian yang sangat besar terhadap isu ini,” kata Sugiono.

Kampung Haji sendiri dirancang sebagai kawasan terpadu. Di sana, layanan akomodasi, kesehatan, hingga logistik dipusatkan untuk menjawab kebutuhan jemaah Indonesia yang jumlahnya termasuk terbesar di dunia. Lebih dari sekadar fasilitas, proyek ini diposisikan sebagai simbol kehadiran negara di luar batas teritorialnya.

Lewat pendekatan itu, Indonesia ingin menunjukkan bahwa diplomasi dengan dunia Islam bukan hanya soal kedekatan identitas, tetapi soal keberpihakan, tanggung jawab, dan kehadiran nyata negara bagi warganya.

diplomasi Indonesia dunia Islam kebijakan luar negeri kementerian luar negeri menlu sugiono
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Usai Bertemu, Jokowi Harap Kasus Eggi Sudjana Diselesaikan Lewat Restorative Justice
Next Article Ingatkan Dunia soal Palestina, Sugiono: Diplomasi Tak Boleh Kehilangan Nurani

Berita Lainnya

Jalan Terjal RUU Perampasan Aset, Tuntutan Publik vs Strategi DPR

14 Juli 2026 / 13:06 WIB

Tutur PoV: Jangan Rampas Hak Rakyat Karena Politik Kita Rusak

05 Juli 2026 / 09:27 WIB

Kapal Gamsunoro Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Sinergi Kemlu dan PIS Jaga Keamanan Pelayaran

25 Juni 2026 / 16:10 WIB

PGN Siap Manfaatkan Stranded Gas Lapangan Sengeti untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

23 Juni 2026 / 20:04 WIB

Daftar Mantan Koruptor Kembali Masuk Jadi Petinggi Partai

22 Juni 2026 / 16:42 WIB

Polemik Mantan Koruptor, Bestari Barus: Hak Personal untuk Gabung PSI

22 Juni 2026 / 14:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Lupa Tata Cara Salat Idulfitri, Begini Panduan Menurut MUI

Adi P20 Maret 2026 / 20:35 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.