Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Industri»Menkeu Purbaya Sinyalkan Insentif Otomotif 2026 Berakhir, Benarkah?

Menkeu Purbaya Sinyalkan Insentif Otomotif 2026 Berakhir, Benarkah?

Industri Adi P25 Desember 2025 / 21:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pangunjung melihat salah satu mobil listrik favorit 2025, pada pameran otomotif tahunan GIIAS 2025 di Tangerang.
Pangunjung melihat salah satu mobil listrik favorit 2025, pada pameran otomotif tahunan GIIAS 2025 di Tangerang.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Insentif otomotif yang dinanti masyarakat bisa jadi akan dihentikan pada tahun 2026. Sinyal itu bisa dibaca dari pernyatan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurut Menkeu, sampai kini belum ada keputusan lanjutan karena pemerintah menilai kenaikan penjualan mobil lebih ditentukan oleh perbaikan ekonomi, bukan oleh insentif pemerintah.

“Saya belum terima. Saya akan lihat dulu seperti apa, dan kita akan lihat juga dampak insentif sebelumnya seperti apa ke penjualan mobil, ke industri, ke lapangan kerja. Nanti kita lihat, tapi saya belum dapat proposal akhir dari Kemenperin,” kata Purbaya kepada media, di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (24/12).

Pernyataan itu memperkuat kabar bahwa stimulus fiskal untuk sektor otomotif tidak lagi menjadi prioritas pemerintah pada 2026.

Menkeu Purbaya menilai, merosotnya penjualan mobil sepanjang 2025 lebih disebabkan perlambatan ekonomi pada sepuluh bulan pertama tahun ini. Insentif, menurut dia, bukan faktor utama yang menentukan kinerja industri otomotif nasional.

“Di 2025 menurun kan karena ekonomi yang melambat di 10 bulan pertama tahun ini. Baru beberapa bulan terakhir, baru kelihatan agak pick up,” tutur Purbaya.

Kata Purbaya, fokus pemerintah ke depan adalah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional agar bergerak lebih cepat. Dengan pertumbuhan yang lebih tinggi, penjualan kendaraan bermotor diyakini akan pulih tanpa perlu sokongan insentif tambahan.

“Kalau ekonomi kita dorong ke pertumbuhan 6%, seharusnya penjualan mobil akan naik juga,” tutur Purbaya.

Ia menyatakan, tren penjualan saat ini sudah mulai berbalik ke arah positif setelah sebelumnya tertekan cukup dalam. Purbaya meyakini, naik-turunnya penjualan otomotif tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan insentif.

“Sekarang kan sudah nyundul ke arah positif, dari sebelumnya negatif. Itu karena perbaikan ekonomi beberapa bulan terakhir,” ujarnya.

Baca Juga  WeChat Larang Konten AI Murni, Kreativitas Manusia Jadi Prioritas

Purbaya menyebut kunci pemulihan industri otomotif ada pada penguatan daya beli dan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jadi, bukan karena insentif, tapi karena daya beli membaik, karena ekonominya berjalan lebih bagus,” tutur Purbaya.

Sikap pemerintah ini bisa jadi, menjadi penanda perubahan arah kebijakan fiskal. Insentif otomotif yang selama ini diharapkan menjadi penopang industri berpotensi ditiadakan di 2026. Harap maklum, pemerintah memang memilih mengandalkan pemulihan ekonomi secara struktural.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleToyota Posko Siaga 24 Jam Libur Nataru 2025: Pastikan Perjalanan Wisata Pelanggan Berlangsung Aman dan Nyaman
Next Article Ilmuwan Jepang Rekam Proses Pembentukan Memori Otak Secara Real Time

Berita Lainnya

Kemenperin Cetak 2.369 Lulusan Vokasi Industri, Tingkat Penyerapan Kerja Capai 63,7%

17 Juli 2026 / 10:54 WIB

Pelindo dan Arab Saudi Jajaki Kerja Sama Pelabuhan, Bahas Investasi hingga Pelayaran Langsung

16 Juli 2026 / 15:37 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dorong Indonesia Maksimalkan Potensi Ekonomi Selat Malaka

25 Juni 2026 / 20:56 WIB

Laba Bersih Naik 23 Persen, PT Pertamina Trans Kontinental Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025

15 Juni 2026 / 20:23 WIB

Cara Mendukung Ekonomi Lokal di Tengah Situasi Ekonomi Sulit, Mulai dari Hal Sederhana

26 Mei 2026 / 09:28 WIB

Kemenperin Bantah Deindustrialisasi, Kontribusi Manufaktur ke PDB Justru Naik

25 Mei 2026 / 00:58 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Isu Iuran USD 1 Miliar untuk Board of Peace, Ini Respon Prabowo

Kristo Suryokusumo23 Maret 2026 / 18:00 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.