Jakarta (Tutur.co.id) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menegaskan Indonesia kini sedang dalam keadaan baik-baik saja. Menurut Menteri Purbaya, daya beli masyarakat masih tetap aman dan perekonomian masih jauh dari kata resesi apalagi krisis seperti yang ditakutkan beberapa kalangan.
Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya saat inspeksi mendadak (sidak) dengan mengunjungi Pasar Tanah Abang, Senin (9/3/2026). Kedatangannya sendiri demi untuk memastikan bahwa perekonomian nasioal tidak sedang menuju resesi. Dan faktanya, menurut Purbaya, Pasar Tanah Abang masih ramai pembeli.
“Ternyata betul, daya beli masih ada, orang masih belanja, dan pasar masih ramai. Saya datang ke sana, tiba-tiba banyak orang ngumpul. Artinya, di sekeliling kita kan masih banyak orang yang lagi belanja,” kata Purbaya dilansir dari Antara.
Ramainya pembeli di Pasar Tanah Abang itu yang membuat Purbaya optimis perekonomian jauh dari poteni resesi. “Artinya, daya beli masyarakat sepertinya sedang membaik dan kita tidak resesi, apalagi krisis. Kita jauh dari krisis. Jadi, ekonomi kita sedang bagus,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Purbaya juga memastikan bakal mengambil kebijakan yang bisa meredam dampak lonjakan harga minyak ketika harga sudah di luar kendali Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
APBN, kata dia, akan dipersiapkan semaksimal mungkin untuk menjadi peredam atas gejolak ekonomi (shock absorber). Terkait kenaikan harga minyak, Purbaya memberi waktu satu bulan untuk mengevaluasi potensi penyesuaian APBN. Dan sejauh ini Purbaya berpendapat rerata perkembangan harga minyak masih di bawah kapasitas maksimal APBN.
“Jangan cepat menyimpulkan harga akan 100 dolar AS terus. Kami akan lakukan asesmen dari waktu ke waktu. Hitungan berubah terus sesuai keadaan, sekarang belum 100 dolar AS kan rata-ratanya. Masih di bawah itu, jadi tenang dulu,” jelas Menkeu.
Ia juga mengaku belum berencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia. Menurutnya, anggaran fiskal masih cukup untuk menampung gejolak saat ini.

