Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih belum menemukan arah pada perdagangan Selasa (28/4/2026). Setelah ditutup melemah tipis ke level 7.106,52, indeks diproyeksi bergerak terbatas di kisaran 7.000–7.300.
Phintraco Sekuritas melihat IHSG masih “galau” dengan kecenderungan sideways. “IHSG hari ini diprediksi bergerak di rentang 7.000–7.250,” tulis risetnya.
Secara teknikal, tekanan belum sepenuhnya mereda. Indikator MACD sudah membentuk death cross, sementara Stochastic RSI mengarah ke area oversold—kombinasi yang biasanya menandakan pasar masih rawan fluktuasi.
Dari sisi sentimen, pasar menanti realisasi rencana insentif dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, termasuk kemungkinan relaksasi pajak untuk mendorong pasar modal. Di saat yang sama, pemerintah juga menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) hari ini dengan target Rp36 triliun, yang berpotensi memengaruhi pergerakan yield dan likuiditas pasar.
Meski indeks belum stabil, peluang tetap terbuka di sejumlah saham. Phintraco merekomendasikan AMMN, AADI, MEDC, ARCI, dan GGRM sebagai kandidat yang layak dicermati pelaku pasar.

