Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Health»Memahami Kedukaan: Sikap dan Ucapan Duka yang Tepat

Memahami Kedukaan: Sikap dan Ucapan Duka yang Tepat

Health Galuh Parantri09 Maret 2026 / 16:30 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Empati saat berduka cita (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Empati saat berduka cita (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id)- Kedukaan adalah pengalaman yang hampir setiap orang alami dalam hidup. Kehilangan orang yang dicintai bisa menimbulkan berbagai perasaan, mulai dari sedih, hampa, hingga bingung harus bersikap seperti apa.

Tidak jarang pula orang di sekitar merasa canggung karena tidak tahu harus berkata apa kepada mereka yang sedang berduka.
Padahal, dalam banyak situasi, yang paling dibutuhkan oleh orang yang berduka bukanlah kata-kata yang rumit, melainkan kehadiran dan empati.

Dalam kajian psikologi, proses berduka atau grief merupakan respons alami seseorang terhadap kehilangan. Sejumlah penelitian dalam bidang psikologi menyebutkan bahwa kedukaan adalah proses emosional yang membantu seseorang menyesuaikan diri dengan kehilangan yang dialami.

Menghadirkan Empati, Bukan Sekadar Nasihat
Salah satu sikap paling penting ketika menghadapi orang yang sedang berduka adalah hadir dengan empati. Artinya, memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan perasaan tanpa merasa dihakimi.

Terkadang orang yang berduka hanya ingin didengarkan. Duduk menemani, memberi waktu bagi mereka untuk bercerita, atau bahkan sekadar berada di dekatnya sudah bisa menjadi bentuk dukungan yang berarti.

Penting juga untuk memahami bahwa setiap orang memiliki cara berduka yang berbeda. Ada yang menangis, ada yang memilih diam, ada pula yang terlihat kuat di luar tetapi sebenarnya sedang memproses kehilangan secara mendalam.
Karena itu, sebaiknya hindari menilai bagaimana seseorang “seharusnya” bersikap ketika menghadapi kehilangan.

Ucapan Duka yang Sederhana namun Bermakna
Banyak orang merasa bingung mencari kata-kata yang tepat ketika menyampaikan belasungkawa. Padahal, ucapan yang sederhana dan tulus biasanya justru lebih menenangkan.

Beberapa contoh ucapan yang umum dan dapat diterima antara lain:
• “Turut berduka cita atas kepergian beliau.”
• “Saya sangat berduka mendengar kabar ini.”
• “Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.”

Baca Juga  5 Minuman yang Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Bukan Pembakar Lemak Instan

Jika Anda memiliki hubungan yang lebih dekat, ucapan bisa terasa lebih personal, misalnya:
• “Saya ikut merasakan kehilangan ini. Semoga kamu dan keluarga diberi kekuatan.”
• “Kalau kamu butuh teman bicara atau bantuan, saya ada.”

Di Indonesia, ucapan yang bernuansa religius juga sering disampaikan, seperti doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Hindari Kalimat yang Terasa Menggurui
Meski dimaksudkan untuk menghibur, beberapa kalimat justru bisa terasa kurang nyaman bagi orang yang sedang berduka. Misalnya:
• “Pasti ada hikmahnya.”
• “Kamu harus kuat.”
• “Sudah ikhlaskan saja.”

Kalimat seperti ini terkadang terdengar seperti memaksa seseorang untuk segera menerima kehilangan, padahal setiap orang membutuhkan waktu yang berbeda dalam memproses kesedihan.

Dukungan Nyata Juga Penting
Selain ucapan, dukungan dalam bentuk tindakan sering kali sangat membantu. Hal sederhana seperti membantu menyiapkan makanan, menemani mengurus keperluan keluarga, atau sekadar menanyakan kabar beberapa hari setelah kejadian dapat memberikan rasa bahwa mereka tidak sendirian.

Menghadapi kedukaan bukan tentang menemukan kata-kata yang paling sempurna. Kehadiran yang tulus, empati, dan perhatian kecil sering kali menjadi bentuk dukungan yang paling berarti bagi mereka yang sedang mengalami kehilangan.

Duka kesehatan mental Ucapan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBahlil Janjikan Insentif untuk Program Konversi Motor Bensin ke Listrik
Next Article Menkeu Purbaya Sidak ke Pasar Tanah Abang, Jauh dari Resesi Apalagi Krisis

Berita Lainnya

Tahun Ajaran Baru, 7 Hal yang Sering Dilupakan Orang Tua Selain Seragam dan Buku

11 Juli 2026 / 08:58 WIB

7 Tips Mengatur Anggaran Persiapan Sekolah Anak agar Dompet Tetap Aman

10 Juli 2026 / 14:20 WIB

Tutur Berduka Kehilangan Sosok Maryadi Direktur Bisnis Tutur Media Digital

03 Juli 2026 / 23:26 WIB

Resep MPASI untuk Bayi 6 Bulan ke Atas, Lengkap dengan Panduan Pemberian yang Tepat

24 Juni 2026 / 09:22 WIB

Jengkol dan Petai Mana yang Lebih Sehat? Kenali Perbedaan hingga Penyebab Bau Khasnya

23 Juni 2026 / 09:46 WIB

Usia Boleh Bertambah, Tapi Emosi Belum Tentu Dewasa: Memahami Konsep Usia Emosional

23 Juni 2026 / 09:35 WIB
Form Komentar Cancel Reply

IHSG Dibayangi Rilis Data Ekonomi, Analis Rekomendasikan ANTM, CPIN, DEWA, dan MAPI

Gusti Tetiro04 Mei 2026 / 08:28 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.