Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Menkeu Purbaya: Bertahun-tahun Kita Dikibuli Pengusaha CPO

Menkeu Purbaya: Bertahun-tahun Kita Dikibuli Pengusaha CPO

Makro Toto Pribadi04 Februari 2026 / 19:34 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (Tutur.co.id) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan polemik tata kelola minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Rabu 4/2/2026. Purbaya tanpa tedeng aling-aling menyebut sejumlah pengusaha CPO telah merugikan negara.

Di hadapan anggota Komisi XI DPR, Menkeu Purbaya menyoroti praktik sejumlah pengusaha CPO yang dinilai merugikan negara, terutama dari sisi penerimaan dan kepatuhan kewajiban fiskal. , Menkeu menegaskan negara tidak boleh terus-menerus “dikibuli” oleh permainan data, laporan, hingga celah regulasi yang dimanfaatkan sebagian pelaku usaha.

Ia menyebut, potensi penerimaan negara dari sektor CPO seharusnya bisa jauh lebih optimal jika tata kelola dilakukan secara transparan dan patuh aturan.

“Perusahaan itu CPO ekspor dari satu tempat ke AS misalnya, dia lewat Singapura, yang dilaporin ke kita yang ke Singapura saja, data ke sana (Amerika Serikat) tidak pernah ada,” kata Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (4/2/2026).

Dalam rapat tersebut, Menkeu juga mengungkapkan masih adanya ketidaksinkronan antara produksi, ekspor, dan setoran kewajiban yang masuk ke kas negara. Kondisi ini, menurutnya, menimbulkan tanda tanya besar dan harus segera dibenahi agar tidak terus berulang dari tahun ke tahun.

“Artinya selama beberapa tahun kita dikibuli para pengusaha CPO. Kalau batu bara belum kita dapat, tetapi utamanya CPO nanti kita akan kejar,” tegas Purbaya.

Komisi XI DPR pun merespons pernyataan tersebut dengan mendorong penguatan pengawasan lintas kementerian dan lembaga. DPR meminta pemerintah tidak ragu mengambil langkah tegas, termasuk penegakan hukum, jika ditemukan pelanggaran yang merugikan keuangan negara.

Dalam kesempatan itu, Menkeu menambahkan, perbaikan sistem dan digitalisasi data menjadi kunci agar negara tidak lagi kecolongan. Dengan sistem yang saling terintegrasi, ruang untuk manipulasi data bisa ditekan seminimal mungkin.

Baca Juga  Daya Beli Masyarakat Kuat Saat Ramadan, Menkeu Optimistis Ekonomi Q1 2026 Tembus 5,7%

Rapat hari ini menegaskan satu pesan penting: sektor strategis seperti CPO tidak boleh hanya menguntungkan segelintir pihak. Negara, kata Menkeu, harus hadir kuat untuk memastikan keadilan, kepatuhan, dan penerimaan yang maksimal demi kepentingan publik.

CPO Komisi XI DPR RI Menkeu Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMinum Air Putih Cukup tapi Masih Sering Pusing, Kenapa?
Next Article Video: Pantura Rusak Parah, Pemprov Jabar Dorong Tukar Kelola Jalan Nasional

Berita Lainnya

Dua Kali Disambut Sri Sultan di Yogyakarta, Menkeu Purbaya Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Inovasi Hijau

17 Juli 2026 / 13:01 WIB

Menkeu Purbaya: Rupiah Melemah karena Faktor Global, Penguatan UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

17 Juli 2026 / 09:55 WIB

Hong Kong Geser Singapura sebagai Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II-2026, Pertama dalam Satu Dekade

16 Juli 2026 / 16:50 WIB

Presiden Prabowo Kumpulkan DEN di Hambalang, Apa yang Dibicarakan?

14 Juli 2026 / 22:01 WIB

Menkeu Purbaya Pastikan Tarif Pajak Tidak Naik, Ini Strategi Barunya

14 Juli 2026 / 12:36 WIB

Imbas Manis Coretax: Setoran Pajak Melejit, Kepatuhan SPT Tinggi

13 Juli 2026 / 13:32 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Indonesia Open 2026 Hadir dengan Inovasi Teknologi dan Hiburan Terintegrasi

Deba Salamah15 April 2026 / 05:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.