Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Menebak Maksud ‘Kartu Baru’ Iran Jika Perang Lawan AS Kembali Pecah

Menebak Maksud ‘Kartu Baru’ Iran Jika Perang Lawan AS Kembali Pecah

Internasional Toto Pribadi21 April 2026 / 23:05 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi perang Iran versus Israel-Amerika Serikat (Foto: Tutur/AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Teheran (tutur.co.id) – Pernyataan juru bicara parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf yang menyatakan Iran punya ‘kartu baru’ jika memang negaranya harus kembali perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Kontan kosa kata ‘kartu baru’ dari Ghalibaf ini langsung membuat dunia bertanya. Apa itu?

Konflik di Timur Tengah diprediksi akan kembali pecah setelah batas gencatan senjata akan berakhir kurang dari 24 jam lagi. Tak hanya itu, negosiasi jilid 2 yang kembali digelar di Islamabad Pakistan rupanya juga tak mendapat sambutan dari Iran. Teheran menganggap Washington tak sungguh-sungguh untuk berdamai.

“Kami tidak terima negosiasi di bawah bayang-bayang tekanan dan dalam dua pekan ini, kami telah menyiapkan kartu baru dalam medan pertempuran,” kata Ghalibaf dilansir dari independent, Selasa 21 April 2026.

Namun apa yang dimaksud dengan ‘kartu baru’ yang dimaksud Ghalibaf ini? Nah, dirangkum dari berbagai sumber, ada beberapa kemungkinan terkait dengan kartu yang dimaksud sang negosiator ulung Iran tersebut.

Menutup Selat Bab el-Mandeb

Ini menjadi kemungkinan pertama yang dimaksud dengan ‘kartu baru’ dari Iran. Bukan rahasia lagi, Iran tentu punya kemampuan untuk menutup selat yang memisahkan Benua Asia dengan Benua Afrika ini.

Selat berjuluk Gerbang Air Mata ini punya peran vital laiaknya Selat Hormuz karena menghubungkan Laut Merah dengan samudra Hindia. Iran cukup memerintahkan Houthi, proksi Iran di Yaman untuk menutup Selat Bab el-Mandeb. Dengan kata lain, jalur perdagangan dunia akan semakin sempit dengan penutupan selat ini.

Serangan Siber

Kemungkinan kedua dari maksud ‘kartu baru’ Teheran adalah serangan siber. Lembaga Keamanan Iran memang beberapa kali telah memperingatkan ancaman serangan siber lewat tangan kelompok-kelompok proksi yang berafiliasi dengan Iran, terutama di sekitar fasilitas air dan energi.

Baca Juga  Suasana Pemakaman Ali Larijani, Tokoh Penting Pendamping Ayatollah Ali Khamenei

“Serangan siber terhadap sistem air minum dan air limbah secara langsung mengancam kesehatan masyarakat dan ketahanan komunitas. Satu serangan saja dapat mengganggu pengolahan atau memasukkan kontaminan, merusak peralatan, dan mengikis kepercayaan publik,” kata Jeffrey Hall, seorang administrator di Badan Perlindungan Lingkungan (EPA), dalam sebuah pernyataan.

FBI, Badan Keamanan Nasional, Komando Siber AS, Departemen Energi AS, dan Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur, semuanya juga mendukung peringatan tersebut.

Menariknya, Iran sebelumnya telah dituduh melakukan beberapa serangan siber, termasuk pemadaman listrik besar-besaran di Turki pada 2015. Teheran juga dituduh melakukan beberapa kemungkinan pelanggaran terhadap situs web pemerintah Israel pada 2022. Pada 2023, AS menuduh sebuah kelompok yang berafiliasi dengan Iran telah meretas setidaknya 75 perangkat di beberapa sektor.

Serangan Politis

Kemungkinan ketiga dari ‘kartu baru’ Iran adalah dengan mengincar target-target politis untuk membalas kematian Ayatollah Ali Khamenei dan puluhan petinggi Iran. Besar kemungkinan dengan menyasar misi diplomatik, konsuler atau perdagangan milik Amerika dan sekutunya.

Kelompok tersebut mungkin juga mempertimbangkan untuk melakukan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh penting yang terkait dengan AS dan sekutunya.

Serangan Baru Infrastruktur Energi di Teluk

Kemungkinan keempat atau yang terakhr, Iran akan melanjutkan serangannya terhadap lokasi-lokasi infrastruktur energi di seluruh Teluk tanpa pandang bulu demi untuk memberikan kerusakan ekonomi yang lebih parah.

Menurut Atlantic Council, sekitar 83 persen dari total serangan rudal dan drone Iran selama perang menargetkan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), khususnya Uni Emirat Arab (UEA). Serangan Iran sebelumnya telah merusak infrastruktur energi senilai hingga $58 miliar (£43 miliar).

Amerika Serikat gencatan senjata headline houthi houthi yaman iran Perang Iran
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKPK Geledah Bank dan Sita Aset Rp2 M Terkait Kasus Bea Cukai
Next Article Transisi Besar Otomotif Dunia: EV Melejit, Nissan Pangkas Model, Tesla Ubah Strategi

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Lewati Target, Program Belanja Nasional Triwulan I 2026 Tembus Rp184 triliun

Toto Pribadi12 April 2026 / 12:22 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.