Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Mobil»Transisi Besar Otomotif Dunia: EV Melejit, Nissan Pangkas Model, Tesla Ubah Strategi

Transisi Besar Otomotif Dunia: EV Melejit, Nissan Pangkas Model, Tesla Ubah Strategi

Mobil Rizky Alfiantiko22 April 2026 / 02:41 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Mobil listrik dengan grafik pertumbuhan menunjukkan meningkatnya minat terhadap EV di tengah kenaikan harga bahan bakar. (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Kenaikan harga bahan bakar dan inflasi global mulai memberikan tekanan besar terhadap industri otomotif. Konsumen kini menghadapi biaya operasional kendaraan yang semakin tinggi, terutama untuk mobil berbahan bakar konvensional. Dalam jangka pendek, kondisi ini justru memicu perubahan perilaku pasar. Salah satu dampaknya adalah meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik.

Di kawasan Eropa, Asia, dan Amerika Serikat, permintaan terhadap mobil listrik mengalami lonjakan signifikan. Konsumen melihat EV sebagai solusi untuk menghindari tingginya biaya bahan bakar. Data dari Benchmark Mineral Intelligence menunjukkan peningkatan penjualan EV di Eropa sebesar 37% secara tahunan pada bulan Maret. Angka ini mencerminkan pergeseran preferensi konsumen yang semakin cepat.

Namun, dampak penuh dari konflik geopolitik terhadap industri otomotif diperkirakan belum sepenuhnya terlihat. Hal ini disebabkan karena siklus pembelian mobil di Eropa biasanya memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Oleh karena itu, data pada bulan April dan Mei diprediksi akan memberikan gambaran yang lebih akurat. Meski begitu, tren awal menunjukkan produsen EV berada dalam posisi yang diuntungkan.

Di sisi lain, produsen otomotif konvensional mulai melakukan langkah strategis untuk bertahan. Nissan menjadi salah satu contoh dengan rencana memangkas jumlah model dari 56 menjadi 45 unit. Kebijakan ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar-besaran perusahaan. Fokus utama diarahkan pada efisiensi dan peningkatan profitabilitas.

Di bawah kepemimpinan CEO Ivan Espinosa, Nissan juga telah mengumumkan pengurangan jumlah pabrik dan tenaga kerja hingga 15%. Strategi ini menunjukkan pergeseran dari ekspansi menuju konsolidasi. Industri otomotif kini tidak lagi hanya soal volume produksi, tetapi juga efisiensi biaya. Produsen dipaksa untuk menjadi lebih ramping dan adaptif.

Langkah Nissan sebenarnya mencerminkan tren yang lebih luas di industri otomotif global. Persaingan yang semakin ketat, terutama dari produsen China, membuat banyak merek harus mengevaluasi kembali portofolio produk mereka. Model yang tidak laku di pasar mulai dieliminasi. Fokus diarahkan pada kendaraan dengan margin keuntungan tinggi.

Baca Juga  Serba Serbi Akhir Pekan IIMS 2026, Test Drive Sedot Perhatian Pengunjung

Produsen kendaraan listrik seperti Tesla juga mengalami perubahan strategi. Pada 2024, Tesla sempat menghentikan proyek mobil listrik murah untuk fokus pada teknologi robotaxi dan robot humanoid. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan perusahaan kembali mempertimbangkan produksi SUV kompak dengan harga terjangkau. Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga volume penjualan sekaligus arus kas.

Selain itu, Tesla mendapatkan kabar positif dari Eropa terkait teknologi Full Self-Driving (FSD). Regulator Belanda telah memberikan persetujuan penggunaan FSD dengan pengawasan manusia. Ini menjadi langkah awal bagi ekspansi teknologi tersebut di Uni Eropa. Jika berhasil diadopsi secara luas, fitur ini berpotensi menjadi sumber pendapatan berulang melalui sistem berlangganan.

Kolaborasi lintas negara juga semakin menjadi tren dalam industri otomotif. Stellantis dilaporkan tengah menjajaki kerja sama dengan Leapmotor. Proyek ini berfokus pada pengembangan SUV listrik berbasis teknologi China yang akan diproduksi di Eropa. Ini menandai integrasi teknologi global yang semakin dalam.

Sementara itu, produsen Jerman menghadapi tekanan besar di pasar China. Volkswagen mencatat penurunan penjualan sebesar 15% pada kuartal pertama. Brand premium seperti Porsche, Audi, Mercedes-Benz, dan BMW juga mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini menunjukkan melemahnya dominasi lama di pasar otomotif terbesar dunia.

Kendaraan listrik mobil baru Mobil China Mobil Listrik Nissan penjualan mobil tesla
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMenebak Maksud ‘Kartu Baru’ Iran Jika Perang Lawan AS Kembali Pecah
Next Article Studi Genetik: Peran Gen SLC25A1 dalam Penuaan dan Gangguan Perkembangan

Berita Lainnya

Operasi Senyap Mobil Merek China, Kuasai 18 Persen Pasar Otomotif Indonesia

15 Juli 2026 / 20:27 WIB

Mobil Mitsubishi Bakal Diproduksi Karyawan Robot, Mulai 2027!

15 Juli 2026 / 13:07 WIB

Kejutan GIIAS 2026! Honda Super-One Bakal Meluncur, Pertahankan Karakter di Era Listrik

14 Juli 2026 / 22:45 WIB

Siap-siap GIIAS 2026 Hadir di 5 Kota Besar, Surabaya hingga Makassar

14 Juli 2026 / 14:00 WIB

Buruan Serbu! GIIAS 2026 Buka Presale Tiket Diskon 25 Persen

14 Juli 2026 / 02:06 WIB

Jadwal dan Harga Tiket GIIAS 2026, Beli Online Hanya Rp50 Ribu

13 Juli 2026 / 21:34 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Mahfud MD Soroti Kemunduran Politik: Kini Keputusan Terasa Tidak Seimbang

Kristo Suryokusumo07 Februari 2026 / 15:00 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.