Jakarta (Tutur.co.id) – Wakil Ketua Umum KADIN Saleh Husin memberikan pandangannya terkait masalah klasik terkait komiditi sawit di Indonesia. Menurutnya, masalah utama dan bisa dibilang klasik yang dihadapi adalah terkait birokrasi.
“Masalahnya memang di birokrasi dan itu yang harus dibenahi. Bapak Presiden kan juga punya kebun sawit, jadi beliau harusnya tahu itu,” kata Saleh Husin dalam acara Tutur Economic Dialogue di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa 7 April 2026.
Masih menurut Saleh Husin, ada tiga faktor utama untuk memaksimalkan potensi sawit di Indonesia. Pertama, lanjut Saleh Husin, adalah pemanfaatan teknologi dan yang kedua, adalah modal.
“Nah teknologi dan modal ini kan kita mengundang dari luar. Termasuk mengundang investor mau masuk. Tapi kan yang dilihat lagi-lagi kebijakan-kebijakannya. Kalau setiap kebijakan berubah-ubah tentu investor takut,” kata Saleh Husin.
Menurut Saleh Husin, masalah-masalah di dunia persawitan ini yang harus menjadi focus perhatian pemerintah. Pasalnya, terlepas dari pro kontra soal lingkungan, sawit dan batubara saat ini menjadi andalan Indonesia sebagai penggerak perekonomian.

