Budapest (Tutur.co.id) – Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, langsung menyampaikan pesan penuh makna setelah timnya berhasil mempertahankan gelar Liga Champions (UCL). Bagi pelatih asal Spanyol itu, keberhasilan mengalahkan Arsenal di final bukan hanya soal meraih trofi, melainkan bagian dari upaya PSG membangun warisan besar di sepak bola Eropa.
PSG memastikan diri menjadi juara Liga Champions 2025/2026 setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti dengan skor 4-3 di Puskas Arena, Budapest. Pertandingan berakhir imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu sebelum tim asal Prancis itu keluar sebagai pemenang dalam drama tos-tosan.
Tak lama setelah kemenangan tersebut, Luis Enrique menegaskan bahwa pencapaian terbesar PSG bukan hanya memenangkan satu gelar Liga Champions, melainkan mampu mempertahankannya. Pernyataan itu sejalan dengan ambisi yang beberapa kali ia sampaikan sejak musim lalu.
“Menulis sejarah bukanlah tentang memenangkan Liga Champions pertama, melainkan memenangkan yang kedua,” kata Luis Enrique seusai pertandingan.
Ucapan itu mencerminkan filosofi yang dibangun Enrique sejak mengambil alih PSG pada 2023. Ia berusaha mengubah citra klub yang sebelumnya identik dengan proyek bertabur bintang menjadi tim yang mengandalkan kolektivitas, disiplin, dan identitas permainan yang jelas.
Keberhasilan mempertahankan gelar membuat PSG masuk dalam kelompok kecil klub yang mampu menjuarai Liga Champions secara beruntun pada era modern. Prestasi tersebut semakin memperkuat posisi Enrique sebagai sosok sentral di balik transformasi klub dalam beberapa musim terakhir.
Sebelum laga final, Enrique juga sempat menegaskan bahwa mempertahankan gelar justru menjadi motivasi yang lebih besar dibanding meraih trofi untuk pertama kalinya. Menurut dia, tekanan sebagai juara bertahan harus dijawab dengan performa terbaik di lapangan.
“Ya, memenangkan gelar untuk pertama kalinya adalah motivasi yang besar, tetapi mempertahankan gelar memberikan motivasi yang lebih besar lagi.” ujar Enrique menjelang pertandingan final.
Dalam laga puncak tersebut, PSG sempat tertinggal lebih dulu setelah Kai Havertz mencetak gol cepat untuk Arsenal pada menit keenam. Namun, PSG mampu bangkit lewat penalti Ousmane Dembele pada babak kedua dan menjaga peluang hingga adu penalti.
Keberhasilan mempertahankan trofi juga menjadi pembuktian atas proyek jangka panjang yang dijalankan Enrique. Ia sebelumnya berani melakukan perubahan besar dengan mengurangi ketergantungan pada pemain-pemain bintang dan membangun skuad yang lebih seimbang. Langkah tersebut sempat diragukan, tetapi kini menghasilkan dua gelar Liga Champions beruntun.

