Cimahi (Tutur.co.id) -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memakan korban. Puluhan siswa di Cimahi dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan usai menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah pada Rabu 25/2/2026 .
Sejumlah siswa mengeluhkan mual, muntah, pusing, dan sakit perut beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang disediakan dalam program tersebut. Beberapa di antaranya bahkan harus mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, makanan MBG dibagikan pada Rabu pagi hari seperti biasa. Namun menjelang siang, beberapa siswa mulai merasakan gejala tidak nyaman. Guru dan pihak sekolah kemudian berinisiatif membawa siswa yang kondisinya memburuk ke puskesmas dan rumah sakit.
Orang tua siswa yang mengetahui kabar tersebut langsung mendatangi sekolah untuk memastikan kondisi anak-anak mereka. Situasi sempat dipenuhi kepanikan sebelum akhirnya para siswa mendapatkan penanganan medis.
Dugaan Penyebab
Hingga Rabu sore, penyebab pasti keracunan masih dalam penyelidikan. Dinas Kesehatan setempat disebut telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan makanan yang kurang higienis atau proses distribusi yang tidak sesuai standar keamanan pangan.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa. Namun dalam beberapa pekan terakhir, pelaksanaannya di sejumlah daerah menuai kritik akibat kualitas makanan yang dinilai kurang layak.
Respons Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap vendor penyedia makanan. Jika ditemukan pelanggaran prosedur, sanksi tegas disebut akan dijatuhkan.
“Kami tidak ingin kejadian ini terulang. Keselamatan dan kesehatan siswa adalah prioritas utama,” ujar salah satu pejabat setempat.
Orang Tua Minta Transparansi
Sejumlah orang tua mendesak agar hasil uji laboratorium dibuka secara transparan kepada publik. Mereka juga meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap proses produksi dan distribusi makanan MBG.
Kasus dugaan keracunan MBG di Cimahi ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat dalam setiap program pangan massal, khususnya yang menyasar anak-anak sekolah. Hingga berita ini diturunkan, kondisi para siswa dilaporkan mulai membaik dan berada dalam pengawasan tenaga medis.
Saat ini redaksi Tutur mencoba melakukan kroscek terkait kabar ini. Namun hingga berita ini diturunkan pihak BGN belum memberikan respon.

